Solidaritas Bikers

Standar

 

Bagi yang cukup lama menjadi biker di jalanan, pasti akan menjadi lebih tahu tentang kisah – kisah  pengendara motor. Sebagian pengendara mobil (jadi tidak semuanya) ada yang suka memandang rendah pengendara motor. Sikap memandang rendah itu disebabkan karena pemilik mobil tersebut mengasosiasikan pengendara motor dengan status sosialnya. Pengendara motor diidentikkan sebagai karyawan kantor, sales, buruh pabrik, guru, dan masyarakat kelas menengah bawah lainnya yang diidentikkan tidak mampu membeli mobil. Padahal tidak semua begitu. Banyak orang yang memakai motor karena alasan – alasan  praktis. Karena bikers dianggap masayarakat kelas dua, maka pemilik mobil sering menunjukkan arogansinya dengan mengklakson keras – keras  sambil memaki – maki  bikers yang dianggap menghalangi laju mobilnya. Kebanyakan  yang melihat kejadian itu hanya bisa geleng – geleng  kepala dan prihatin dengan sikap arogan tersebut.

 

Namun, sikap memandang rendah itu tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada pemilik mobil. Para bikers juga punya andil membuat para pemilik mobil sering marah – marah. Bikers yang nakal suka menyalip mobil sehingga membuat pemilik mobil mengerem mendadak diikuti sumpah serapah kepada pengendara motor tersebut. Terkadang ada pengendara motor yang menyenggol kaca spion mobil tanpa meminta maaf. Pemilik mobil yang tersinggung mengklakson pengendara motor tersebut sambil terus mengejarnya. Pemilik mobil yang marah atas ulah biker memang ada yang mengejar biker sampai ketemu kemudian menghajarnya.

 

Para pengendara motor, meskipun dianggap pemakai jalan kelas dua, namun mereka punya solidaritas yang membuat orang terharu. Sesama bikers  akan saling mengingatkan. Misalnya jika ada biker yang lupa menaikkan standard (penopang kendaraan) padahal sedang melaju, maka biker lain yang melihatnya akan berteriak mengingatkan: “standard!”, sambil menunjuk kepada standard.

 

Begitu juga kalau berhenti di lampu merah, mereka akan saling memberi tempat kepada biker lain agar berada di barisan depan. Pada musim hujan, solidaritas sesama biker itu semakin kelihatan. Sama-sama senasib sependeritaan di bawah guyuran hujan, mereka saling mengingatkan untuk hati – hati.

 

Kalau ada razia polisi, biker mengingatkan biker lainnya yang masih jauh bahwa ada razia. Siapa tahu biker yang ini tidak memakai helm, tidak membawa STNK, atau platnya sudah kadaluarsa. Sudah menjadi rahasia umum kalau polisi di jalan suka mencari-cari kesalahan pengendara motor untuk ditilang, selanjutnya anda bisa mengerti ke mana arahnya, he..he.

 

Atau terkadang ada biker yang tidak sengaja melindas kucing yang sedang menyeberang dan melaju terus, maka biker lain di belakang akan mengejar dan memberitahukan kejadian tersebut. Tujuannya agar si biker kembali dan menguburkan bangkai kucing tersebut dengan layak sehingga terhindar dari segala hal yang kemungkinan tidak baik.

 

Para biker itu tidak kenal satu sama lain, tetapi di jalan mereka seperti bersaudara saja. Rasa persaudaraan yang kuat itu akan makin nyata ketika pas musim mudik lebaran. Kebanyakan para pekerja urban memilih mudik dengan motor. Mereka bagaikan pemain sirkus karena membawa anak, istri, dan barang – barang dalam satu motor. Berbahaya, memang. Tetapi kalau mau hemat biaya dan cepat ya terpaksa begitu. Di jalanan mereka bertemu dengan sesama biker lain yang juga mudik. Secara berkonvoi mereka melaju bersama – sama. Kalau sudah lelah, mereka juga berhenti bersama – sama untuk istirahat. Jika ada biker yang mengalami masalah dengan motornya sehingga terpaksa berhenti, biker lain tanpa diminta tolong ikut berhenti dan menanyakan kesulitan apa.

 

Begitulah ikatan solidaritas yang tumbuh pada sesama biker. Tidak saling kenal tetapi merasa senasib di jalanan. Sangat menarik menikmati dan menyaksikan fenomena sosial masyarakat kita ini.

 

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s