Lipan Laut,Perusak Karang Menakutkan di Kepulauan Togean

Standar

Fenomena alam tenggelamnya Pulau Ubi di Teluk Jakarta awal abad 20 terasa sulit dilupakan oleh para pecinta lingkungan, apalagi penyebabnya masih menjadi tanda tanya sekalipun sebagian ilmuwan menyimpulkan pemicunya adalah ulah lipan laut yang membuat terumbu karangnya (Coral) hancur berantakan.

 

Para peneliti ekosistem laut yakin benar penyebab kehancuran terumbu karang di pulau Ubi selain akibat aktivitas manusia yang berlebihan dalam mengambil karang dan pasir, juga akibat membludaknya populasi predator (perusak) karang yakni jenis lipan laut (Acanthaster plancii).

 

Makhluk laut yang terkenal ganas itu memiliki “segudang” sebutan nama seperti lipan laut, mahkota berduri, bintang seribu, bintang laut berlengan banyak.

 

Predator karang ini pada tahun 1960-an menjadi momok yang menakutkan di Australia karena sempat menghancurkan terumbu karang “Great Barrier Reef” yang menjadi kebanggaan negara kangguru itu.

 

Di Indonesia, predator ini juga sempat menghebohkan wilayah Kepulauan Seribu, menenggelamkan Pulau Ubi sehingga mendapat julukan “Bintang Seribu”.

Perairan laut Sulawesi Tengah (Sulteng), juga tidak luput dari serangan lipan laut ini. Bahkan tahun 1999 terjadi “ledakan” lipan laut di Kepulauan Togean, salah satu taman laut di provinsi ini yang memiliki sebaran terumbu karang seluas 130.000 hektar. Padahal setelah diteliti  oleh Conservation International, kawasan yang terletak di Teluk Tomini ini, berhasil mengidentifikasi sedikitnya 596 jenis ikan, di mana Paracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp diduga kuat merupakan jenis baru dan endemik kepulauan Togean.

 

Selain itu, tercatat 555 jenis moluska dari 103 famili, 336 jenis gastropoda, 211 jenis bivalvia, 2 jenis cephalopoda, 2 jenis scaphopoda dan 4 jenis chiton.

 

Di kawasan ini juga, terdapat sekurang-kurangnya 262 jenis karang yang tergolong ke dalam 19 keluarga, satunya adalah jenis endemik, yaitu Acropora togeanensis. Hasil penelitian Wallace et. all, dari total 91 jenis Acropora yang ditemukan di Indonesia (yang juga merupakan tertinggi di dunia), 78 di antaranya terdapat di Kepulauan Togean.

 

Akibat serangan hewan tersebut, menurut hasil pendataan Sekretariat Bersama Konsorsium Pengembangan Kawasan Konservasi Terpadu Kepulauan Togean, 200 – 300 hektar hamparan terumbu karang di kawasan tersebut rusak setiap tahunnya.

 

Memasuki awal 2001 biota laut itu kembali menghancurkan sebaran karang di Togean. Setelah ditelusuri, baru diketahui penyebabnya karena musuh alamiahnya yakni ikan Napoleon menurun drastis populasinya akibat dieksploitasi secara besar – besaran oleh manusia.

Satpol PP dan TNI Gerebek Penampungan Ikan Napoleon

Menurut data LSM Toloka, kerusakan sebaran terumbu karang di perairan Kepulauan Togean akibat serangan lipan laut dalam kurun lima tahun terakhir telah berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan.

 

Bahkan di beberapa lokasi, seperti di pulau Malenge, Banteng, Taipi dan Pulau Tiga, tingkat kerusakannya telah mencapai 80 persen. Demikian data yang diperoleh dari Divisi Tata Ruang Lingkungan LSM Toloka, Basir Pangewang.

 

Toloka adalah salah satu yayasan/LSM yang kini getol melakukan kajian tentang berbagai metode pelestarian ekosistem di wilayah Kepulauan Togean.

 

Lipan laut termasuk kelompok hewan laut Asteroidea yang mempunyai lengan 10 hingga 20 buah dan kulitnya dipenuhi duri – duri panjang mencapai 4 cm serta diameter tubuh berkisar 20 – 30 cm.

Di bagian bawah tiap lengannya terdapat celah ambulakral yang memanjang. Dari tempat itulah mencual deretan kaki – kaki kecil (berupa kaki – kaki tabung), yang berfungsi untuk bergerak dan melilitkan diri pada karang.

 

Mulut predator ini terdapat di bagian pusat pada sisi oral yang menghadap ke bawah, sedangkan duburnya (anus) terletak di sisi aboral yang mengarah ke atas.

 

Meskipun jarak antara mulut dan duburnya amat pendek, tetapi saluran pencernaannya cukup panjang, mengalir ke setiap lengannya.

 

Umumnya hewan ini mengeluarkan warna cerah dan indah seperti merah, jingga, biru atau berbagai pola menarik dengan warna yang kontras, sehingga terkadang predator karang ini digunakan  untuk menghiasi akuarium.

 

Bintang seribu memiliki cara unik untuk merusak gugusan karang yang ada, yaitu dengan menempelkan tubuhnya pada koloni karang, kemudian menghisap pigmen (zat warna) hingga karang berubah menjadi putih (kondisi karang mati), mirip dengan pola hidup benalu pada pepohonan di darat.

Dekan Fakultas Perikanan Universitas Alkhairaat Palu, Samliok Ndobe mengatakan bahwa makin membludaknya populasi lipan laut di kawasan taman laut Kepulauan Togean saat ini, karena pemangsa alaminya yakni ikan Napoleon semakin berkurang.

 

Jika aksi penangkapan ikan Napoleon dan pengambilan kerang Triton tidak segera dihentikan, maka akan terjadi fenomena alam berupa “Booming” lipan laut dan efeknya akan terjadi kerusakan terumbu karang dalam hamparan yang cukup luas.

 

Berdasarkan hasil penelitian para ahli biologi, satu lipan laut dapat memusnahkan terumbu karang 50cm persegi hanya dalam tempo 24 jam.

Secara fisik gugusan karang yang dirusak hewan ini tetap utuh, hanya warnanya saja yang berubah menjadi putih sebagai pertanda karangnya sudah mati.

 

Dalam kondisi seperti ini, bila terumbu karang tersebut hanya mendapat sentuhan sedikit saja, maka akan menjadi berantakan.

 

Pangewang mengatakan upaya paling efektif mengendalikan keganasan lipan laut belum ditemukan, namun salah satu cara sederhana dan sampai sekarang masih dilakukan nelayan dan para penyelam di Kepulauan Togean adalah dengan mengangkat hewan itu dari atas karang dengan menggunakan penjepit yang terbuat dari bambu. Cara ini mulai diperkenalkan tahun 1996 oleh para pecinta lingkungan dan nelayan setempat.

Berdasarkan data LSM Toloka, jumlah lipan laut yang berhasil diangkat dari sebaran terumbu karang di Togean selama empat tahun hingga Maret 2011 atas partisipasi pecinta lingkungan dan swadaya nelayan setempat mencapai 32.000 ekor.

 

Akankah pulau – pulau di Kepulauan Togean bernasib seperti pulau Ubi di Teluk Jakarta ? Jika ingin melihat Taman Laut Togean lestari sepanjang masa, berikanlah perlindungan yang optimal kepada ikan Napoleon.

 

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s