Pulau-Pulau Menakutkan di Dunia Yang Tak Layak Disinggahi

Standar

1. Ilha de Queimada Grande (Pulau Ular), Brazil

Ilha de Queimada Grande terletak di lepas pantai Brazil, hampir sebelah selatan jantung kota São Paulo. Pandangan udara dari pulau ini sekilas mugkin terlihat menakjubkan dan kelihatannya merupakan tempat yang sempurna untuk menghabiskan libura yang eksotis. Namun, jika kita menginjakkan kaki di pulau ini, maka kita akan selalu berada 3 kaki jauhnya dari kematian. Para peneliti memperkirakan bahwa di pulau ini hidup antara satu dan lima ekor ular mematikan per meter persegi. Maka dari itu, tidak mengherankan bahwa pulau ini menjadi surga ular di dunia.

Ular di Queimada Grande adalah spesies Pit Viper yang unik : Golden Lancehead. Jenis ular lancehead adalah ular yang bertanggung jawab atas 90% gigitan ular yang mematikan di Brazil. Ular ini menyuntikkan racunnya begitu kuat sehingga bisa membunuh dua pria sekaligus. Racun ular ini cepat bereaksi karena dapat melelehkan daging di sekitar gigitan. Makhluk – makhluk bersisik ini berkembang baik sepanjang tahun dan menghasilkan 50 bayi ular setiap kali melahirkan. Ular – ular ini bertahan hidup dengan memakan burung migran yang meggunakan pulau ini sebagai tempat beristirahat.

Tentu saja, di mana ada predator, di situ akan ada cerita setempat. Ada dua cerita yang terkait dengan pulau ini. Pertama, ada seorang nelayan yag mengembara ke pulau ini tanpa sadar untuk mengambil beberapa pisang. Dia segera digigit, namun  berhasil kembali ke perahunya. Akan tetapi, akibat reaksi cepat dari racun, ia ditemukan tewas dalam genangan darahnya beberapa hari kemudian di perahunya yang hanyut.

Cerita kedua tentang peristiwa berdarah dari operator terakhir mercusuar di pulau itu dan keluarganya. Dikatakan bahwa pada suatu malam, beberapa ekor ular masuk melalui jendela dan menyerang si operator, istri dan ketiga anaknya. Mereka mencoba berlari mencapai perahu mereka untuk melarikan diri, namun ular – ular berbisa yang banyak tergantung di cabang – cabang pohon dan di sepanjang jalan menggigit mereka hingga tewas sebelum mencapai pantai.

2. Pulau Poveglia, Italia

Terletak di sebuah teluk di Venesia, Italia, pulau ini seakan menggambarkan apa yang ada dalam film HOSTEL, SHUTTER ISLAND dan SUCKER PUNCH.

Cerita tentang pulau ini bermula dari berjangkitnya wabah penyakit pes yang tidak ada obatnya di Italia pada tahun 1576. Pulau tersebut pada awalnya digunakan untuk menguburkan penderita penyakit pes, namun selanjutnya selain sebagai tempat pemakaman juga digunakan sebagai tempat pembuangan penderita penyakit pes. Para penderita penyakit pes, tidak memandang tua, muda sampai bayi tak terkecuali diasingkan ke pulau itu hingga mati dengan sendirinya. Konon jumlah yang meninggal akibat penyakit pes yang dikubur atau yang mati diasingkan di pulau ini mencapai  lebih dari 160.000 jiwa.

Pada tahun 1922, di pulau kuburan masal tersebut didirikan sebuah rumah sakit jiwa. Namun mitos yang berkembang mengatakan bahwa rumah sakit jiwa tersebut dipimpin oleh seorang dokter yang dianggap gila. Para pasien rumah sakit jiwa tersebut dibuat kelinci percobaan oleh dokter itu.  Menurut mitos tersebut, konon dokter gila tersebut bereksperimen dengan alat-alat semacam palu,  bor tangan manual terhadap pasien-pasien penderita gangguan jiwa tersebut.  Selain para pasien bertambah gila karena siksaan sang dokter, juga karena gangguan roh-roh yang bergentayangan yang membuat para pasien selalu menjerit dan berteriak. Hingga suatu saat sang dokter gila tersebut merasakan kehadiran arwah penasaran poveglia dan membuat dokter ini melompat dari menara lonceng bangunan rumah sakit yang dipimpinnya. Menurut cerita, konon dokter tersebut tidak dimakamkan sebagimana layaknya tetapi ditanam di dinding menara tersebut.

Hingga saat ini masyarakat Italia enggan menginjakkan kaki di pulau tersebut. Bahkan mendekati pantai untuk memancing pun dihindarkan karena sering menjumpai sisa-sisa mayat manusia.  Bangunan rumah sakit jiwa yang tidak digunakan lagi itu semakin menunjukkan aroma mistis karena masyarakat Italia  juga sering menjumpai penampakan hantu dan mendengar suara-suara jeritan  maupun lonceng dari pulau yang tak lagi berpenghuni itu. Pulau ini sudah masuk dalam daftar tempat yang paling menyeramkan di dunia.

3. Pulau Ramree, Myanmar

Pulau Ramree di Burma adalah sebuah rawa-rawa besar yang merupakan rumah bagi sekitar 1000 buaya air asin, yang paling mematikan di dunia. Juga rumah bagi nyamuk malaria, dan kalajengking berbisa. Selama Perang Dunia Kedua, pulau ini adalah lokasi pertempuran selama enam minggu dalam kampanye Burma.

Berikut ini adalah gambaran tentang salah satu malam yang mengerikan: “Malam itu [19 Februari 1945] adalah malam paling mengerikan yang pernah dialami oleh anggota kru perang. Tembakan senapan yang bertebaran di rawa-rawa yang gelap gulita terganti oleh jeritan orang yang terluka hancur di rahang reptil raksasa, dan suara buaya yang sedang berenang mencari mangsa membuat gambaran neraka yang sangat jelas di hidup kami. 900 orang telah berubah menjadi 400 orang.  500 orang hilang bak ditelan rawa.

Tentara yang selamat waktu itu, mayoritas terluka sangat parah. ” Lebih baik kami mati saja,” salah seorang dari tentara berujar. Karena terlalu mengerikan, kejadian di Pulau Ramree ini masuk Guinness Book of World Records untuk kategori “Greatest disaster suffered from animals.”

4. Pulau Izu, Jepang

Untuk bernafas kita butuh udara sehat yang mengandung oksigen. Meskipun akhir-akhir ini udara perkotaan sudah mengandung polusi, namun setidaknya udara itu tak mengandung unsur sulfur yag mematikan.

Tapi yang ada di pulau Izu ini adalah kandungan sulfur di udara. Kandungan sulfur di pulau ini diakibatkan oleh tingginya aktivitas vulkanis di sana. Izu menjadi lokasi dengan tingkat sulfur tertinggi di dunia. Anehnya masih ada minoritas manusia yang tinggal di sana. Pada tahun 1953 dan 2000, penduduk pulau ini pernah diungsikan karena aktivitas gunung berapi dan acaman berbahaya dari gas belerang tingkat tinggi.

Akan tetapi pada tahun 2005, orang-orang kembali lagi ke sana dengan membawa masker gas setiap saat untuk mencegah tingkat gas naik secara tak terduga. Orang-orang ini merupakan orang-orang yang dibayar murah oleh para peneliti untuk mengetahui bagaimana bila orang hidup memakai masker gas dan menghirup udara penuh sulfur. Gara – gara itulah penduduk di pulau ini jadi seperti setan semuanya.

5. Great Pacific Garbage Patch, Pasifik Utara

Plastic

Jika pulau-pulau biasa terbentuk dari daratan, maka pulau yang terletak di Pasifik Utara ini terbuat dari tumpukan sampah. Dengan luas setara dengan Texas, pulau ini berisi sampah-sampah yang diakibatkan pola rotasi arus laut.

Keberadaan Sampah Pasifik telah diperkirakan sebelumnya dalam tulisan yang diterbitkan oleh Badan Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA) dari Amerika Serikat pada 1988 . Prediksi ini didasarkan pada hasil yang diperoleh oleh para peneliti berbasis  Alaska antara tahun 1985 dan 1988 yang  mengukur neustonic plastik di Samudra Pasifik Utara. Penelitian ini menemukan puing konsentrasi tinggi laut terakumulasi di daerah diatur oleh arus laut.

Ekstrapolasi dari temuan di Laut Jepang , para peneliti berhipotesis bahwa kondisi yang sama akan terjadi di bagian lain dari Pasifik.

Beberapa Fakta mengerikan dari The Great Pacific Garbage Patch :

(1). Setiap tahun, 10% dari 200 milyar pon plastik yang diproduksi secara global, berakhir di laut kita dan sekarang sekitar 46.000 potong sampah plastik mengambang di setiap mil dari laut

(2). 1.700 mil massa sampah plastik berada di tengah Pasifik Utara dan searah jarum jam bergerak perlahan dari arus laut berbentuk spiral.

(3). 100.000 mamalia laut setiap tahun  seperti kura-kura laut, anjing laut dan burung  mernjadi korban kematian terkait sampah plastik karena mereka mengkonsumsi atau terjebak dalam limbah tersebut.

6. Pulau Fiji, Melanesia

Fiji merupakan lokasi pariwisata yang indah dan cukup terkenal di dunia. Pantai dengan pasir putih yang berkilau membuat Fiji sangat diminati wisatawan mancanegara. Padahal dahulu Fiji merupakan tempat yang sangat mengerikan. Penduduknya kanibal. Makan orang, mutilasi, adalah hal yang biasa di Fiji.

Seorang misionaris yang mengunjungi pulau itu pada tahun 1840-an menulis tentang kondisi mengerikan di sana. Ia bercerita, pada suatu ketika di hari Kamis pagi, 31 Oktober 1839, kami dikejutkan oleh pemandangan mengerikan, Ada 20 mayat laki-laki, perempuan juga anak-anak dibawa ke Rewa sebagai hadiah dari Tanoa. Mayat-mayat ini akan dimasak kemudian dimakan beramai-ramai. Mereka menangkap orang-orang ini di laut dan membawanya ke pantai. Setelah menganiaya hingga mati, lalu memasak mereka untuk disantap. Sebelumnya, mayat-mayat ini dibersihkan, dikeluarkan isi perutnya, dan dibuang ke sungai yang mengalir di depan lokasi misionaris itu. Kemungkinan orang-orang malang ini adalah mereka yang tersesat di lautan yang kemudian disergap oleh penduduk Fiji.Tak kalah mengerikan adalah apa yang dilakukan anak-anak penduduk Fiji. Mereka mencontoh apa yang dilakukan orangtua mereka, dengan cara menyiksa seorang gadis kecil hingga mati. Penyiksaan itu dijadikan bocah-bocah Fiji sebagai permainan.

7. Balls Pyramid, Australia

Balls Pyramid merupakan sisa erosi dari perisai gunung berapi dan kaldera yang terbentuk sekitar 7 juta tahun yang lalu. Balls Pyramid terletak sekitar 12 mil di sebelah tenggara Pulau Lord Howe di Samudera Pasifik.

Balls Pyramid ini dinamai setelah penemuannya oleh Letnan Henry Lidgbird Ball pada tahun 1788 yang pada saat yang sama juga menemukan Pulau Lord Howe. Orang pertama yang diyakini mendarat di sini adalah seorang ahli geologi dari Departemen Pertambangan New South Wales bernama Henry Wilkinson yang melakukannya pada tahun 1882.

Balls Pyramid memiliki tinggi sekitar 1.800 kaki. Pada tahun 2001, berdasarkan hasil penelitian tim entomologi dan konservasionis, diketahui bahwa Balls Pyramid masih dihuni oleh serangga yang selama ini dianggap sudah punah, yakni serangga tongkat Pulau Lord Howe (Dryococelus australis), namun dengan populasi yang cuma tinggal 24 ekor. Serangga ini berukuran 6 inchi dan tak bisa terbang. Meskipun tidak mematikan, namun sengatannya bisa membuat badan menggigil.

8. Pulau Runit, Pasifik Utara

Atol Enewetak adalah bagian dari Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik. Ini merupakan pulau tempat militer Amerika Serikat melakukan lebih dari 150 kali uji coba nuklir antara tahun 1946-1962.

Pada akhir 1970-an, dalam upaya untuk membersihkan puing-puing radioaktif yang ditinggalkan uji coba senjata nuklir di Kepulauan Marshall, pihak militer dan pemerintah AS menggali 111.000 meter kubik tanah yang mengandung radioaktif dan disimpan di Pulau Runit. Hasilnya adalah kawah bergaris tengah sekitar 107 meter. Lalu, sebuah kubah raksasa seluas 30.000 meter persegi yang terdiri dari 358 panel beton raksasa dibangun di atas area tersebut. Biayanya hampir seperempat miliar dolar AS dan memakan waktu tiga tahun. Namun sampai saat ini kawasan itu masih terlarang untuk didatangi karena tingkat radiasi.

9. Pulau Farallon, San Fransisco

Kepulauan Farallon merupakan kluster dari pulau-pulau karang di sepanjang landas kontinen, sekitar 45 kilometer sebelah barat Golden Gate, San Francisco, AS. Farallon diambil dari bahasa Spanyol yang berarti pilar atau tebing laut, yang secara akurat menggambarkan topografi kepulauan tersebut. Nama Farallon diberikan pada tahun 1603 oleh penjelajah Spanyol, Sebastian Vizcaino, yang pertama kali memetakan areal ini.

Pulau-pulau itu saat ini menjadi bagian Suaka Margasatwa Nasional Farallon, yang menjadi tempat terbesar penangkaran burung-burung laut di sebelah selatan Alaska. Pulau-pulau itu menjadi tempat bersarangnya puluhan spesies burung laut, termasuk menjadi permukiman terbesar di dunia bagi burung petrel abu-abu, burung camar dan gagak (dandang). Selain burung, di lokasi itu juga berkumpul spesies anjing laut dan spesies singa laut.

Kepulauan ini menurut Situs GeoWeek dalam tulisannya, sekaligus menjadi penanda batas sebelah barat Cagar Alam Laut Nasional Farallon yang luasnya sekitar 3.370 km persegi, yang ditetapkan tahun 1981. Cagar alam ini berisi ragam habitat laut dengan beragam spesies.

Sayangnya di cagar alam ini juga terdapat 48.000 barrel limbah nuklir, yang dibuang ke area ini antara tahun 1946 – 1970. Sebagian limbah nuklir yang tingkat radioaktifnya rendah itu berasal dari kapal-kapal yang pernah menjadi bagian dari percobaan bom atom tahun 1946 ( Bikini Atoll A – Bom ). Kekhawatiran akan terjadinya kebocoran dari drum-drum baja tersebut meningkatkan upaya pengawasan pemerintah setempat.

10. Pulau Gruinard, Skotlandia

Pulau di kawasan Skotlandia ini bisa disebut sebagai limbah medis paling beracun. Bayangkan, pada tahun 1942 Inggris mulai mengembangkan anthrax sebagai senjata untuk Perang Dunia II. Mereka melakukan uji coba bom dengan bakteri di pulau ini, meskipun tidak menjadikannya sebagai senjata. Tahun 1986, operasi pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan 280 ton formalin di pulau ini. 

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s