Tragedi Kecelakaan Pesawat Terburuk Akibat Tabrakan

Standar

1.  KLM Penerbangan 4805 dengan PanAm Penerbangan 1736

 

KLM 4805 yang diawaki 14 orang dan berpenumpang 234 orang berangkat dari Amsterdam, Belanda menuju bandara internasional Gran Canaria, Kepulauan Canary. Sementara itu, pesawat PanAm 1736 yang diawaki 16 orang dan berpenumpang 380 orang berangkat dari Los Angeles menuju tempat yang sama.

 

Kedua pesawat ini tiba di wilayah udara Kepulauan Canary pada tanggal 27 Maret 1977 pagi. Bandara Gran Canaria pada hari itu ditutup oleh otorita setempat karena ada ancaman bom sehingga semua pesawat ke tujuan Gran Canaria Airport dialihkan ke bandara di pulau-pulau sekitarnya, di antaranya di Bandara Los Rodeos, yang kini bernama Tenerife North Airport. Kedua pesawat ini termasuk pesawat yang mendarat sementara di Tenerife. Bandara Tenefire sendiri (yang hanya punya landas pacu tunggal) sudah penuh sesak dengan pesawat-pesawat parkir di kawasan taxiway-nya.

 

Pada sore harinya, Gran Canaria International Airport dibuka kembali. KLM-4805 dan PanAm-1736 dijinkan kembali terbang menuju tujuan aslinya yakni bandara Gran Canaria yang tidak jauh lagi dari Tenerife. Dengan banyaknya pesawat lain yang parkir di taxiway Tenerife, KLM-4805 terpaksa menggunakan runway (landas pacu) untuk melakukan taxiing menuju titik take-off. Dalam istilah penerbangan ini disebut dengan istilah taxiback. Pada sore itu, kabut tebal menyergap bandara Tenerife.

 

PanAm-1736 pun bersiap menuju landas pacu, dan kedua pesawat ini tidak bisa saling melihat dalam rendahnya visibility (daya pandang) di sore berkabut itu. Pihak ATC-pun tidak bisa melihat kedua pesawat ini dan tidak bisa mendeteksi lokasi kedua pesawat ini karena di bandara itu tak tersedia ground-radar. Satu-satunya sarana ATC untuk berkomunikasi dengan kedua pesawat ini adalah radio komunikasi.

 

Pada saat berada di titik take-off, pilot KLM-4805, mencoba mendapatkan clearance untuk take-off, dengan memberikan informasi kepada ATC dengan mengatakan “we are now at take-off” (kami sekarang berada di titik take-off, atau kami siap take-off). Pihak ATC membalas dengan kata “OK, stand by for take-off. We will call you”. Komunikasi inilah yang diduga mengandung kesimpangsiuran makna. Pada saat pilot KLM-4805 menginformasikan ‘we are now at ‘take-off’, sebenarnya pihak ATC belum memberikan clearance untuk take-off. Jawaban pihak ATC yang berbunyi ‘OK’ itupun maksudnya adalah “OK, stand by for take-off’ (OK, siap-siap untuk take-off). Ternyata, “OK”, dari ATC tersebut dimaknai oleh Pilot KLM-4805 sebagai clearance untuk take-off. Mereka melepas rem, dan mulai melaju di landas pacu.

 

Sementara itu, PanAm juga bergerak di landas pacu untuk melakukan taxiback ke titik take-off. Pilot PanAm-1736 menginformasikan mereka masih sedang berada di landas pacu, dan mendapat jawaban dari ATC, bahwa landas pacu aman. Tapi Pilot PanAm merasa ada yang tidak beres. Ia mendengar semua komunikasi KLM-4805 dengan ATC, tapi pilot KLM-4805 tidak bisa mendengar radio pilot PanAm-1736 karena gangguan radio yang disebut heterodyne. Pilot PanAm-1736 berseru, “No….” melalui radio, tapi tak terdengar oleh pilot KLM ataupun ATC. Dan tiba-tiba saja di landas pacu tunggal itu, Pilot PanAm melihat KLM-4805 melaju ke arah mereka dengan kecepakatan hendak take-off.

 

Ketika sadar ada ada pesawat PanAm-1736 di landas pacu, sudah terlambat bagi pilot KLM-4805  untuk menghentikan lajunya pesawat. Untuk mencegah benturan, pilot KLM-4805 memaksakan pesawat untuk climbing (mendongakkan moncong) dan mengudara. Namun  premature climbing ini membuat bagian ekor tergesek di permukaan landas pacu dan menimbulkan percikan api. PanAm-1736 mencoba berbelok keluar landas pacu untuk menghindari tabrakan, namun terlambat. Badan PanAm-1736 terhantam bagian bawah moncong KLM-4805. Satu mesin KLM-4805 rontok akibat tabrakan ini, namun pesawat KLM-4805 masih meluncur ke udara setinggi sekitar 150 meter dan kemudian terhempas, lalu meledak tak jauh dari landas pacu.

 

Akibat tabrakan ini, seluruh penumpang KLM-4805 (248 orang) tewas, sementara di pihak PanAm-1736, 326 penumpang dan 9 awak tewas. Total korban dari kedua pesawat adalah 583 orang. Tragedi Tenerife disebut-sebut sebagai Kecelakaan Terbesar Sepanjang Sejarah Penerbangan karena besarnya korban.

 

Hasil Investigasi menyimpulkan bahwa kesalahan ada di pihak pilot KLM-4805, yang salah menginterpretasikan kata-kata, “OK, stand by for take-off” dari pihak ATC.

 

2. Saudi Arabian Airlines Penerbangan 763 dengan Air Kazakhstan Penerbangan 1907

 

Saudi Arabian Airlines yang menggunakan sebuah pesawat Boeing 747-168B  sedang menerbangi rute New Delhi, India menuju Dhahran, Arab Saudi pada tanggal 12 November 1996.  Pesawat ini  mengalami kecelakaan terburuk dalam dunia penerbangan karena bertabrakan di udara dengan Air Kazakhstan Penerbangan 1907 yang mengoperasikan pesawat IIyushin II-76  yang pada saat yang sama menerbangi rute Shymkent, Kazakhstan menuhu New Delhi, India.

 

Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 316 penumpang dan 33 awak. Totalnya adalah 349 orang. Egor Repp (operator radio pesawat Kazakh 1907) melakukan kesalahan dalam mengukur ketinggian. Kazakh 1907 seharusnya ada di level ketinggian 150 dan Saudi 763 ada di level ketinggian 140. Namun pada kenyataannya, Kazakh 1907 terbang terlalu rendah dan akhirnya sayap kiri dan stabilizer horizontal kiri pesawat Saudi 763 dirobek ekor pesawat Kazakh 1907.  5,5 meter bagian itu terkoyak, dan tanpa itu, kru Saudi 763 tidak bisa mengendalikan pesawat.

 

Kotak hitam pesawat Saudi dianalisa di Inggris dan hasilnya menunjukkan bahwa kru pesawat Saudi terbang secara teratur pada ketinggian yang ditentukan Dutta (petugas ATC bandara Indira Gandhi), yaitu level 140 (4.300 m). Akan tetapi, kru pesawat Kazakh tidak terbang teratur. Dutta ingin pesawat yang berangkat dari Bandara Indira Gandhi ada di bawah pesawat yang mendatangi Bandara Indira Gandhi. Namun, pesawat Kazakh 1907 berada di level terbang 4.299 m, 300 m lebih rendah dari ketinggian yang ditentukan, dan 3 meter lebih rendah dari pesawat Saudi 763.

 

3. Gol Transportes Aeros Penerbangan 1907 dengan Jet Pribadi EMB 135 BJ

 

GLO 1907 yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-8EH sedang dalam penerbangan terjadual dari Manaus, Brazil ke Rio de Janeiro pada tanggal 29 September 2006. Persis pukul 17:00 waktu Brazil, pesawat ini bertabrakan dengan pesawat jet pribadi Embraer Legacy di wilayah udara salah satu negara bagian Brazil, Mato Grosso. Semua 154 penumpang dan awak pesawat ini meninggal ketika pesawat meledak dan jatuh di hutan Amazon. Sedangkan Embraer Legacy, meskipun mengalami kerusakan serius pada sayap dan ekor kiri, mendarat dengan selamat dengan tujuh penghuninya terluka.

 

Hasil penyelidikan oleh otoritas penerbangan Brazil akhirnya menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan dari pihak ATC Brazil dan pilot Amerika yang mengoperasikan pesawat jet pribadi tersebut.

 

4. Aeromexico Penerbangan 498 dengan Pesawat Pribadi Piper Archer N4891F

 

Aeromexico yang mengoperasikan pesawat Mc-Donnell-Douglas DC-9 sedang dalam penerbangan dari Mexico City, Mexico menuju Los Angeles, AS pada tanggal 31 Agustus 1986. Di wilayah udara Cerritos, California, pesawat ini bertubrukan dengan pesawat pribadi milik keluarga Kramer yang sedang dalam penerbangan dari Torrance menuju Big Bear City, California. Kecelakaan ini menyebabkan meninggalnya 67 penumpang dan 15 orang di darat, serta mencederai 8 orang di darat.

 

Hasil investigasi menunjukkan bahwa kesalahan ada pada pesawat pribadi etsebut yang telah memasuki wilayah ATC Los Angeles tanpa izin yang diperlukan, Namun berdasarkan hasil otopsi, ditemukan ada penyumbatan arteri yang cukup signifikan di jantung pilot Piper sehingga ada spekulasi publik bahwa pilot pesawat tersebut mengalami serangan jantung dan berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

 

5. Bashkirian Airlines Penerbangan 2937 dengan Pesawat kargo DHL Penerbangan 611

 

Bashkirian Airlines yang mengoperasikan pesawat Tupolev Tu-154M sedang dalam penerbangan dari Bandara Internasional Domodedovo, Rusia menuju Barcelona, Spanyol. Pesawat ini mengalami tabrakan udara dengan sebuah pesawat kargo DHL Penerbangan 611 yang mengoperasikan pesawat Boeing 757-200MF yang terbang dari Bergamo, Italia menuju Brussels, Belgia.

 

Pesawat DHL di ketinggian 35.400 kaki menabrak pesawat BAL Bashkirian di atas kota Uberlingen, Jerman. Ekor pesawat kargo DHL memotong badan pesawat Tupolev Bashkirian sehingga memunculkan bola api besar. 80% stabilisator vertikal pesawat DHL hilang.  Tak seorangpun selamat di kedua pesawat. Totalnya, 71 orang terbunuh dari dua pesawat.

 

Dari hasil penyelidikan, diperoleh kesimpulan bahwa penyebab kecelakaan tersebut adalah sbb :

  • Kesalahan ATC dalam memberikan tindakan penghindaran
  • Kesalahan kru pesawat Tupolev dalam menuruti anjuran seharusnya dari instrumen

 

Adapun pengawas ATC yang bertugas saat itu adalah Peter Nielsen yang bertugas di ATC Zurich, Swiss yang sibuk dengan pesawat lain yang terbang larut malam yang ada dalam stasiun kedua. Sedangkan dua pesawat naas tersebut berada dalam stasiun pertama.

 

Dengan kesalahan tersebut, Nielsen akhirnya harus kehilangan nyawanya di tangan salah seorang anggota keluarga korban pesawat Bashkirian, Vitaly Kaloyev yang kehilangan istri dan dua orang anaknya dalam peristiwa naas tersebut. Ia dipenjarakan pada tahun 2005, namun dibebaskan dari penjara tahun 2007, ketika pengadilan banding memutuskan ia tidak bersalah dan bebas dari segala tuntutan hukum, karena kondisi mentalnya tidak diperhitungkan dalam putusan pengadilan tingkat pertama.

 

Setelah dibebaskan, ia kembali ke kampung halamannya di Ossetia Utara, Rusia dan disambut sebagai pahlawan oleh orang-orang setempat. Ini dikarenakan dalam tradisi rakyat Kaukasus,, tindakan Kaloyev bukanlah kriminal, melainkan untuk mencari keadilan (vendetta). Ia kemudian diangkat sebagai wakil menteri bidang konstruksi dan pekerjaan umum di wilayahnya.

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

One response »

  1. Hello there! This is my first visit to your blog!
    We are a collection of volunteers and starting a new project in a community in the same niche.
    Your blog provided us useful information to work on. You have done a
    outstanding job!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s