Bangunan yang Masih Kokoh Berdiri Setelah Diterjang Bencana

Standar

Manusia tidak dapat memprediksi kapan musibah terjadi. Gempa bumi, kebakaran, tanah longsor, tsunami, semua dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa sepengetahuan manusia. Sejumlah kerusakan dan korban jiwa pun tidak dapat terelakkan. 

 

Namun di tengah duka yang menyelimuti akibat bencana, Tuhan YME selalu memberikan keajaiban. Beberapa bangunan dibiarkan tetap kokoh berdiri sementara bangunan di sekitarnya luluh lantak akibat bencana yang melanda. Sungguh Tuhan Maha Baik dan Maha Kuasa. 

 

1. Vihara Avalokitesvara, Banten

 

Dalam catatan sejarah, keberadaan Vihara Avalokitesvara ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Syarif Hidayatullah (1450-1568 M), atau yang lebih populer dengan nama Sunan Gunung Djati, salah seorang wali dari Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Beliau terpantik mendirikan sebuah vihara di Serang karena melihat banyaknya perantau dari Tiongkok beragama Buddha yang membutuhkan tempat ibadah.

Menurut versi lain, ide mendirikan vihara muncul setelah beliau menikah dengan salah seorang putri Tiongkok. Karena banyak di antara pengikut putri tersebut yang masuk Islam, Sunan Gunung Djati kemudian membangun sebuah masjid bernama Masjid Pecinan, yang kini tinggal puingnya saja. Sedangkan bagi mereka yang tetap bertahan dengan keyakinannya semula, dibuatkan sebuah vihara. 

 

Saat Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883 di Banten 131 tahun yang lalu, sekitar 30.000 orang meninggal dunia saat itu karena Bencana Tsunami. Ajaibnya meski lokasi vihara dekat dengan laut, vihara ini tidak “terpengaruh” oleh gempa tektonik dan tsunami dahsyat yang menewaskan ribuan korban yang sempat menggemparkan dunia itu. Ratusan orang yang berlindung di Vihara Avalokitesvara pun selamat dari musibah tsunami. Konon tsunami yang terjadi saat itu setinggi Pohon Kelapa. Kita dapat menemukan sebuah catatan yang menjelaskan bagaimana peristiwa tsunami tersebut terjadi yang terpasang di salah satu bagian dinding vihara. Catatan yang ditulis dalam tiga bahasa ini menjelaskan bagaimana mengerikannya peristiwa tersebut, dan pada saat itu orang – orang berlindung di dalam vihara, sementara air bah menggelundung diluar vihara dengan derasnya menyapu kebun kelapa dan segala benda yang ada, orang – orang di dalam vihara berdoa memohon perlindungan, mukjizat pun terjadi air dan lahar pun tidak masuk ke dalam vihara. Bencana luput dan selamat dilaluinya.

 

Sejak saat itu masyarakat Buddha Banten percaya, berdoa di Vihara Avalokitesvara dapat membawa keselamatan. Bahkan tak jarang umat Buddha dari luar Banten rela datang ke kawasan Banten Lama hanya untuk berdoa di vihara ini.

 

2. Masjid Al-Barakah, Banten

 

Masjid ini merupakan masjid yang selamat dari tumpahan air dari Waduk Situgintung yang terkenal sangat luas sehingga menghanyutkan apa yang ada disekitarnya. Bencana yang terjadi pada tanggal 27 Maret 2009 dini hari diawali hujan deras yang melanda wilayah ini yang menyebabkan pihak keamanan memberikan peringatan bahaya banjir sekitar pukul 02.00. Namun demikian, tidak ada tindakan lanjut pengamanan, hingga terjadi kebobolan tanggul selebar 30 m dengan ketinggian 6 m pada sekitar pukul 04.00 WIB dan sekitar 2,1 juta meter kubik air melanda pemukiman yang terletak di bawah tanggul serta menelan korban jiwa sedikitnya 99 orang.

 

3. Masjid Raya Baiturrahman Aceh


Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi bisu musibah tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004. Setelah diguncang gempa berskala 9 Richter, warga Aceh dikejutkan dengan bencana tsunami yang melumpuhkan wilayah serambi Mekkah ini dan menewaskan sekitar 230.000 warganya.

 

Namun di tengah bencana tersebut, Masjid Raya Baiturrahman tetap kokoh berdiri dan menjadi tempat berlindung bagi warga sekitar. Air yang masuk ke dalam perairan masjid pun seketika memiliki arus yang lebih tenang dibanding dengan air yang berada di luar masjid.

 

4. Masjid Rahmatullah Lampu’uk, Lhoknga

 

Memang terlalu sulit untuk membayangkan dan mengira-ngira bagaimana mungkin masjid satu ini bisa selamat dari terjangan dasyatnya tsunami yang menyapu daratan Aceh dan kawasan Samudera Hindia 26 Desember 2004 silam. Padahal lokasinya hanya terpaut sekitar 500 meter dari bibir pantai, sementara seluruh bangunan disekitarnya luluh lantak menyisakan puing-puing berserakan. Lampu’uk dan seluruh kota Lhoknga rata dengan tanah. Tak hanya meluluhlantakkan Lhoknga tanpa sisa, dahsyatnya tsunami itu telah merenggut ribuan jiwa penduduk Lhoknga dari awalnya lebih dari 6000 jiwa menjadi tersisa hanya sekitar 700 jiwa saja paska tsunami. Infrastruktur yang berada 3-4 km dari garis pantai hancur total dilanda tsunami yang datang dengan kecepatan mencapai 600 km/per jam itu.

 

5. Masjid Kobe, Jepang


Masjid yang terletak di Kitano Cho, Kobe ini merupakan bangunan yang sangat penting bagi warga muslim di Jepang. Masjid yang mulai diresmikan sejak tahun 1935 ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Jepang. Masjid ini dibangun dengan gaya Turki oleh arsitek kenamaan, Jan Josef Svgar yang juga mendesain beberapa tempat ibadah di Jepang.

 

Namun keistimewaan Masjid Kobe tidak hanya itu. Masjid ini adalah salah satu bangunan yang masih kokoh bertahan setelah mengalami beberapa bencana besar di Jepang.

 

Bencana pertama adalah peristiwa jatuhnya bom atom pada Perang Dunia II di tahun 1945.Meski kota Hiroshima dan Nagasaki yang menjadi tujuan pengeboman atom oleh Amerika Serikat, namun kota Kobe yang tidak jauh dari lokasi pengeboman juga ikut rata dengan tanah karena dihujani bom B-29 oleh pesawat tempur Amerika. Saat peristiwa tersebut terjadi, Masjid Kobe hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Serangan bom juga hanya membuat bagian luar bangunan masjid menjadi sangat hitam. Sejumlah tentara Jepang yang berlindung di ruang bawah tanah masjid dikabarkan selamat dari ancaman bom. Masjid ini pun menjadi tempat perlindungan bagi korban perang.

 

Musibah kedua yang dialami oleh Masjid Kobe terjadi pada 17 Januari 1995. Saat itu Jepang mengalami gempa Hanshin-Awaji dengan kekuatan 7.2 dalam skala richter yang meski cuma berlangsung selama 20 detik namun menelan korban hingga 140.000 jiwa. Ajaibnya, Masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tidak tergoyahkan.

 

6. Masjid Golcuk, Turki


Tahun 1999, Turki diguncang gempa dahsyat yang menewaskan lebih dari 40.000 jiwa dan hampir 44.000 jiwa terluka. Ajaibnya, sebuah masjid di daerah Golcuk masih berdiri tegak lengkap dengan menaranya. Sebuah bangunan di samping masjid tersebut juga masih kokoh berdiri. 

 

7. The George Pub, London

 

Minggu, 2 September 1666 menjadi hari yang tidak terlupakan bagi sebagian warga London. Berawal dari kebakaran di toko roti milik Thomas Farriiner di Pudding Lane, api dengan cepat menyebar hingga bagian barat kota London dan musibah ini terus berlangsung hingga tiga hari kemudian, Rabu, 5 September 1666.

 

Musibah ini menghanguskan 13.200 rumah dan menewaskan sekitar 100.000 jiwa atau sekitar seperenam jumlah penduduk London saat itu. Di tengah dahsayatnya kobaran api yang menghanguskan London saat itu, The George Pub, sebuah pub yang terletak di Fleet Street ternyata masih kokoh berdiri. Bangunan yang terbuat dari kayu ini kini menjadi salah satu obyek wisata bersejarah yang banyak dikunjungi di London.

 

8. St. Michael’s Church Chicago


Bisa dikatakan bahwa musibah kebakaran yang terjadi di Chicago pada 8 Oktober 1871 adalah salah satu musibah terbesar yang pernah terjadi di Chicago. Peristiwa ini berlangsung mulai Minggu, 8 Oktober 1871 dan berakhir pada Selasa, 10 Oktober 1871. Sekitar 9 km persegi kota Chicago hangus terbakar tanpa penyebab yang jelas.

 

St. Michael’s Church adalah salah satu bangunan yang selamat dari kebakaran Chicago. Bangunan yang didirikan sejak tahun 1852 ini sempat rusak parah akibat jilatan api, namun keseluruhan bangunan berhasil diselamatkan.

 

9. Palace Hotel – Lotta’s Fountain, San Fransisco

 

Berawal dari gempa hebat yang terjadi di San Fransisco pada 18 April 1906, sebagian infrastruktur kota San Fransisco ikut lumpuh dan menyebabkan kebakaran di beberapa tempat. Salah satunya adalah Palace Hotel yang berada di dekat salah satu landmark kota San Fransisco, Lotta’s Fountain. Meski sempat hangus terkena kobaran api, namun hotel ini masih berdiri tegak dan menjadi tempat berlindung para warga.

 

Saat ini, Palace Hotel tidak mengalami banyak perubahan. Hotel ini masih menjadi tempat menginap favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke San Fransisco.

 

10. Masjid At-Tawhit, Haiti

 

Masjid yang berada di Port-au-Prince, Haiti ini menjadi tempat berlindung warga sekitar ketika gempa besar terjadi di Haiti pada tahun 2010. Saat itu, hampir seluruh bangunan penting di Haiti termasuk istana kepresidenan dan gedung-gedung pemerintahan rusak parah, sementara masjid ini masih berdiri kokoh dan hanya mengalami keretakan di dinding luarnya.

 

 

 

 

 

 

 

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s