Perempuan – Perempuan Perkasa yang Membentuk Sejarah Dunia : Boudica

Standar

Boudica (juga dieja Boudicca, sebelumnya disebut Boadicea) adalah ratu suku Iceni Celtik yang kini disebut Anglia Timur di Inggris yang namanya melegenda sebagai prajurit perang perempuan pada abad ke 60 M. Kebanyakan kisahnya dibumbui mitos, namun para ahli sepakat dia adalah ratu suku Iceni  yang memimpin revolusi melawan kekaisaran Roma.

Boudica lahir sekitar tahun 30 M dan mempunyai suami bernama Prasutagus yang merupakan raja Iceni yang menikahinya sekitar tahun 48 M. Namun suaminya dibunuh oleh tentara Roma saat imperial Romawi hendak menjajah wilayah Iceni. Setelah suaminya meninggal barulah dia menonjol sebagai ratu Iceni.

Ketika Julius Caesar menaklukkan sebagian kecil Inggris sekitar tahun 55 SM, suku Iceni dan suku-suku lainnya menderita walaupun akhirnya penaklukkan itu tidak secara permanen karena Caesar lebih memilih menaklukkan sisa-sisa wilayah kerajaan Gaul (Perancis). Pilihan Caesar ini sangatlah tepat mengingat dengan menaklukkan Gaul, wilayah Kerajaan Romawi bagian utara menjadi aman dari serangan bangsa Anglo-Saxon, Viking dan sebagainya sehingga untuk sementara suku-suku di Inggris aman kembali.

Tetapi saat Kekaisaran Romawi diperintah oleh Augustus Caesar, datanglah tentara – tentara Romawi untuk kembali menjajah Inggris bahkan lebih luas lagi. Hal ini membuat rakyat Inggris lebih menderita lagi daripada periode penjajahan pertama.

Setelah kematian suaminya, hampir semua harta peninggalan miliknya direbut oleh Kekaisaran Romawi sehingga Boudica serta kedua anak perempuannya hanya memperoleh sedikit harta dan mereka masih diwajibkan membayar pajak. Ketika Boudica tidak lagi mampu membayar pajak, ia ditahan oleh Prajurit Romawi, ditelanjangi, kemudian dipukuli di depan umum. Kedua anak perempuannya juga mengalami hal yang sama buruknya, mereka diperkosa oleh para serdadu Romawi. Sementara itu, banyak rumah rakyat yang dibakar sehingga timbullah kebencian semua rakyat Inggris kepada penjajah Romawi.

Akumulasi kebencian yang dirasakan itu kemudian pecah menjadi sebuah pemberontakan. Gubernur Roma yang berkedudukan di Inggris, Suetonius Paulinus, tidak mengerahkan kekuatan secara maksimal sehingga memberi kesempatan pada Boudica. Diceritakan bahwa Boudica berhasil mengumpulkan kekuatan sebesar seratus ribu orang dan menyerang Camulodunum Colonia (Colchester) dan memenangkan pertarungan selama berhari-hari. Mereka meratakan kota, menghancurkan makam-makam dan patung-patung Romawi. Ketika mereka berhadapan dengan tentara Romawi, mereka tidak membiarkan satu orang-pun hidup.

Suetonius melarikan diri dari London karena tidak dapat menyaingi kekuatan pasukan Boudica. Tidak lama kemudian Pasukan Inggris sampai di London dan mereka menghancurkan kota itu. Kejadian ini tertuang dalam tulisan seorang sejarahwan, Cassius Dio, “mereka yang tertangkap oleh orang-orang Inggris mengalami semua siksaan yang tak terbayangkan. Berikut adalah gambaran tindakan keji mereka. Para bangsawan Romawi ditelanjangi dan digantung, sedangkan kaum wanitanya dipotong payudaranya lalu di jejalkan ke mulut mereka sendiri, guna mengesankan mereka memakan sendiri bagian tubuhnya. Lalu mereka menghujamkan pisau ke sekujur tubuh korban”.

Dari London, pasukan Boudica bergerak ke arah Verulamium (St. Albans) dan dengan cepat kota tersebut di kuasai oleh Inggris. Boudica digambarkan sebagai seorang perempuan perkasa yang bersosok sangat tinggi. Tatapanya tajam dan menusuk lawan bicaranya ketika ia berbicara. Suaranya kasar dan keras. Ia selalau memakai kalung emas besar di lehernya dan mengenakan jubah tartan (motif kotak-kotak khas Skotlandia) yang menjuntai panjang dan diikat dengan sebuah bros besar. Diceritakan dalam setiap peperangan ia dan kedua anak permpuannya selalu berkeliling dengan kereta kuda untuk menyemangati pasukannya.

Namun akhirnya  pada tahun 61 M tentara Romawi yang dikirim oleh raja Romawi saat itu, Nero berhasil membalikkan keadaan meski jumlah mereka lebih sedikit. Pertempuran pun terjadi, namun karena kalah strategi pasukan Inggris kalah telak. Dalam pertempuran terakhir di sekitar wilayah Nuneaton (di wilayah Midlands Barat), pasukan Boudica kehilangan sekitar 80.000 orang dan pasukan Romawi hanya tewas sekitar 400 orang. Dengan kekalahan ini membuat Romawi lebih kejam lagi terhadap rakyat Inggris.

Boudica, tidak diketahui keberadaannya. Tetapi, menurut legenda dia selamat dari kematian, namun sesampainya di rumah dia bunuh diri dengan menenggak racun karena dia malu kalau tertangkap pasukan Romawi. Boudica pun sampai sekarang dinyatakan pahlawan wanita Inggris yang gagah berani.

Pemberontakan Boudica, hampir memaksa Roma untuk meninggalkan Inggris. Oleh karena itu, Kaisar Nero memutuskan untuk mengganti Suetonius dengan pemimpin yang lebih netral, yakni Publius Petronius Turpilianus.

Pangeran Albert, suami ratu Victoria sangat mengagumi Boudica, sama seperti kebanyakan orang di masanya. Sehingga ia meminta Thomas Thorneycroft untuk membuat patung besar Boudica yang saat ini berada di muara sungai Thames dekat gedung parlemen Inggris.

Iklan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

One response »

  1. I really love your blog.. Very nice colors & theme. Did you develop this website
    yourself? Please reply back as I’m planning to create my very
    own blog and would like to know where you got this from or what the
    theme is called. Many thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s