Tragedi Kapal – Kapal Perang : Bukti Bisu Tentang Kekejaman Sebuah Perang

Standar

1. Kapal perang USS Arizona Amerika, 1941

 

USS Arizona (BB-39) adalah kapal tempur kelas Pennsylvania yang dibuat oleh dan untuk Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS). Kapal ini merupakan kapal ketiga yang dinamai dengan negara bagian Arizona, dan masuk dinas aktif pada tahun 1916.

 

Arizona bersama delapan kapal tempur lainnya, yang merupakan bagian dari Armada Pasifik AL AS, tengah berlabuh di Pearl Harbor, Hawaii sewaktu Jepang melancarkan serangan dadaknnya pada tanggal 7 Desember 1941. Arizona terkena bom tepat pada gudang amunisinya sehingga meledak dan karam dengan 1.177 orang awaknya. Total korban jiwa dalam peristiwa ini adalah 2.345 orang dari pihak militer dan 57 orang dari pihak sipil.

 

Karena Arizona tenggelam di perairan yang relatif dangkal, superstrukturnya tetap berada di atas permukaan air. Bagian ini kemudian dibongkar, namun lambungnya yang berada di bawah permukaan air dibiarkan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi awaknya yang gugur. Pada tanggal 30 Mei 1962, AS mendirikan USS Arizona Memorial tepat di atas bangkai kapal Arizona, untuk penghormatan kepada mereka yang gugur pada serangan tanggal 7 Desember 1941 tersebut.

Hingga kini  kapal ini tetap menjadi kuburan perang paling terkenal di dunia dan salah satu yang didatangi lebih dari satu juta pengunjung setiap tahunnya, yang datang untuk mengunjungi monumen yang dibangun di atas sisa-sisa kapal perang yang dulu begitu digjaya dan kini telah berkarat.
Meskipun telah direndam dalam air garam selama hampir tujuh puluh tahun, kapal ini masih sangat utuh. Kawasan ini juga tetap merupakan kuburan aktif, karena banyak dari para awak yang dulu selamat dari serangan tersebut, ketika meninggal di kemudian hari dikremasi di sini dan abunya ditebar, dimaksudkan agar bergabung dengan rekan – rekan krunya yang telah tewas lebih dulu karena terperangkap di dalam lambung kapal dan tenggelam bersama USS Arizona.

 

2. Kapal perang Yamato Jepang, 1945

Yamato  adalah kapal tempur Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II, sekaligus kapal utama dalam Armada Gabungan Jepang. Nama kapal ini diambil dari nama Provinsi Yamato. Sebagai kapal pertama dalam kelasnya, Yamato bersama kapal sekelasnya, Musashi merupakan kapal tempur terbesar dan terberat yang pernah dibangun.

 

Dalam operasi Ten-Go  pada April 1945 yang merupakan operasi militer besar yang terakhir dilakukan Angkatan Laut Jepang dalam Perang Pasifik, kapal tempur terbesar di dunia ini berangkat untuk melakukan misi bunuh diri melawan kekuatan Sekutu di Pertempuran Okinawa. Sebelum sampai di Okinawa, armada Jepang diserang hingga tidak bisa melanjutkan pelayaran, dan hampir seluruhnya dihancurkan oleh pesawat-pesawat Amerika Serikat yang berpangkalan di kapal-kapal induk. Yamato dan lima kapal perang Jepang lainnya tenggelam. Sejumlah 2.498 awak dari total 2.700 awak Yamato dinyatakan hilang, termasuk komandan armada Laksamana Madya Seiichi Ito.

 

Pertempuran ini mempertunjukkan supremasi udara Amerika Serikat dalam tahap terakhir Perang Pasifik, dan betapa mudahnya kapal-kapal dijadikan sasaran serangan udara bila tidak dilindungi pesawat-pesawat tempur. Meskipun harus mengorbankan sejumlah besar nyawa dalam usaha yang sia-sia, pertempuran ini menunjukkan usaha terakhir Jepang dalam memperlambat gerak maju Sekutu menuju kepulauan Jepang.

 

3. Kapal perang Bismarck Jerman, 1941

kapal perang jerman

Merupakan salah satu kapal perang Nazi yang menjadi andalan, bahkan menjadi simbol kapal perang terbesar di dunia kala itu, baik dalam ukuran fisik maupun kaliber senjatanya. Namun hanya sedikit kapal perang yang mempunyai riwayat seperti ini, tenggelam pada pelayarannya yang paling  perdana, sekaligus menjadi kapal perang paling ganas yang pernah mengarungi lautan. Kapal perang ini tercatat sebagai kapal yang paling banyak merugikan dan memporakporandakan Angkatan Laut Inggris pada masa tersebut.

 

Sejarah mencatat bahwa kapal ini berhasil menenggelamkan kapal perang Inggris, Class Hood dalam duel sengit yang berlangsung tak terlalu lama sehingga membuat Inggris kemudian melancarkan serangan balasan dengan mengerahkan 16 kapal perang. Untuk menghemat waktu, Inggris mengirimkan pesawat-pesawat tempur torpedonya untuk memburu Bismarck. Setelah diwarnai salah pengeboman terhadap kapal Inggris sendiri, penjelajah Sheffield, konvoi pesawat tempur Inggris akhirnya berhasil menemukan Bismarck yang kini berlayar sendirian. Puluhan torpedo pun dijatuhkan tapi hanya satu yang berhasil mengenai sasaran. Namun torpedo yang menghantam Bismarck tidak menimbulkan kerusakan parah karena hanya mengenai bagian kemudi.
Akhirnya Bismarck yang sudah tidak memiliki kemampuan maksimal lagi, bertemu dengan kapal Inggris yang mampu menandinginya, King George V, bersama sejumlah kapal penjelajah yang kemudian berdatangan, Rodney, Norfolk dan Dorsetshire. Akibat pertempuran keroyokan itu, Bismarck yang berkali-kali diberondong peluru meriam kaliber besar dan torpedo akhrinya miring. Kapal-kapal Inggris sampai menghabiskan seluruh torpedo untuk memungkasi ketangguhan Bismarck yang kemudian tenggelam ke dasar Samudra Atlantik bersama panglimanya, Laksamana Gunther Lutjens dan 2.315 awaknya pada tanggal 27 Mei 1941.
Lokasi tenggelamnya kapal ini tetap menjadi misteri hingga tahun 1989 ketika ia ditemukan oleh Dr. Robert Ballard (orang yang juga menemukan letak Titanic) dan timnya menggunakan side-scan sonar dan submersible. Hebatnya, karena kontruksinya yang benar-benar kuat, bagian kapal masih utuh di dasar laut meskipun ada bekas terkena peluru meriam, dan hari ini kapal perang hebat ini menjadi pengingat bisu tentang mahalnya biaya dan kesia-siaan karena perang.

 

4. Kapal perang Hood Class Inggris, 1941

 

Sejarah mencatat bahwa dalam duel sengit di laut dengan kapal perang Bismarck dan Prinz Eugen milik Angkatan Laut Jerman yang berlangsung tak terlalu lama, kapal perang yang juga dikenal dengan Mighty Hood ini tertembak telak bagian tengahnya oleh meriam-meriam raksasa Bismarck. Ledakan dahsyat disertai nyala api setinggi 300 meter tampak terlontar ke udara karena peluru meriam Bismarck ternyata berhasil menghajar gudang mesiu kapal perang ini. Dalam hitungan detik, Hood yang terbelah dua akhirnya karam bersama 1416 orang awaknya. Hanya tiga orang yang berhasil selamat dari insiden ini.

 

5. Kapal induk Essex Class Amerika, 1945

kapal perang amerika serikat

Pada tanggal 17 Maret 1945, selama serangan udara terhadap Pulau Honshu Jepang, satu kelas kapal induk Essex – USS Franklin berada di bawah serangan pasukan udara Jepang. Gelombang demi gelombang pilot bunuh diri dari pasukan udara Jepang menyerang.

 

Selama lebih dari 12 jam kapal itu terbakar dan 724 anggota krunya tewas. Tapi kapal ini dirancang dan dibuat dengan baik sehingga menyebabkan kapal ini tetap tidak tenggelam walaupun hangus terbakar.
Jumlah total Essex Class adalah 24 kapal, dan ketika perdamaian tiba, kapal-kapal induk Essex tetap bekerja selama 30 tahun lagi. Tidak ada kapal induk selain Essex Class yang menjabat begitu lama dan sangat efektif.

 

6. Kapal perang USS Maine Amerika, 1898

(Sumber:wordpress.com)

Kapal perang Amerika ini menjadi terkenal bukan karena konstruksinya yang megah, namun karena meledaknya kapal ini belum diketahui hingga sekarang. Para ahli sejarah juga tidak mendapat bukti-bukti fisik yang bisa mengakibatkan sebuah ledakan hebat dan membelah kapal ini. Peristiwa ini terjadi pada malam 15 Februari 1898 dimana hanya dalam hitungan menit kapal terbakar dan menewaskan 266 awak kapal.

 

Tragedi ini merupakan salah satu pencetus Perang Amerika – Spanyol yang bermula pada April 1898. Pada saat itu, ia telah digunakan sebagai alasan untuk mencetuskan peperangan oleh mereka yang telah lama cenderung ingin berperang dengan Spanyol dengan menegaskan bahwa Maine merupakan korban sabotase dari pihak Spanyol.

 

Dalam perang tiga bulan tersebut, Amerika Serikat yang didukung kekuatan personel dan persenjataan baru mampu membuat Spanyol yang sudah menurun kekuatan militernya untuk mempertahankan koloni di luar negeri menyerah dan menyerahkan Kuba, Puerto Rico , dan Filipina untuk Amerika Serikat.
Pada 2 Februari 1912 kapal ini ditarik keluar dan pada 16 Maret 1912 ditenggelamkan di perairan dalam di Teluk Meksiko dengan penghormatan militer penuh. Adapun tugu peringatan untuk para awak yang meninggal dalam insiden ini adalah Arlington National Cemetery.

7. Kapal perang KRI Irian Indonesia, 1962

Pada tanggal 10 September 1962, AL Malaysia meluncurkan tiga kapal destroyer (perusak) dan dua frigate (pencegat kapal selam) ke arah perairan Natuna dengan Misi “COMBAT PATROL”. Setelah berlayar ± 20 mil laut dari Lepas Pantai Semenanjung Malaya, mereka bertemu dengan Armada TNI AL yang diluncurkan dari Pangkalan AL Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok di Jakarta dengan Kekuatan satu kapal penjelajah berat (KRI Irian 201), 20 destroyer dan lima korvet.

 

Armada TNI AL tersentak kaget melihat Armada Patroli Malaysia yang bergerak menuju ke arahnya. Akhirnya KRI Irian yang merupakan kapal kebanggaan rakyat Indonesia menembakan satu turret meriam 6 inchi ke Permukaan Air sebagai peringatan. Namun, Malaysia malah menggangapnya hanya gertakan semata dan malah membalas tembakan TNI AL dengan meriam 30 mm dari Kapal AL Malaysia bermomor 109.

 

Dengan Geramnya KRI Irian dan dibantu 20 Destoyer menembakan peluru 105 mm dan langsung menghantam lambung kapal, anjungan, dek senjata, kubah meriam 30 mm, dan ruang mesin kapal. Lebih dari 200 awak kapal, 30 perwira dek, dua perwira tinggi (Laksamana) tewas, dan sisanya menceburkan diri ke laut dan berenang ke arah kapal bernomor 290 berjuluk “Hiu Malaya”

 

Armada TNI AL tidak tinggal diam dan sebagai tembakan pengusiran, KRI Irian kembali menembakkan keempat turret meriam 6 Inchi dan 20 Unit Meriam 30 mm ke arah Hiu Malaya tepat di bagian Buritan kapal dan menewaskan 20 awak kapal dan 2 perwira dek.

 

15 Menit Kemudian Armada AL Malaysia mundur dari garis tembakan KRI Irian dan kapal lainnya menuju ke perbatasan perairan teritorial Malaysia dan Indonesia. Karena Malaysia malu dengan Inggris akan kekalahannya di laut Natuna, mereka membuat perjanjian dengan Indonesia dengan berbagai persyaratan dimana salah satunya adalah dengan tidak mempublikasikan berita ini ke dunia. Setiap tanggal tersebut merupakan hari peringatan terburuk bagi sejarah AL Malaysia.

 

Tentang KRI Irian sendiri tidak diketahui nasibnya saat ini karena kapal penjelajah ringan yang pernah menjadi kebanggaan AL Indonesia ini seolah-olah lenyap begitu saja dan dari pihak pemerintah sendiri tidak pernah ada konfirmasi mengenai hal tersebut.

 

8. Kapal perang Union Ironclad USS Monitor Amerika, 1862

Kapal ini relatif kecil dan tenggelam saat badai terkenal Cape Hatteras, Virginia pada malam tahun baru 1862 saat membawa enam belas awak sehingga nyaris tak diperhatikan oleh pers pada saat itu. Namun kapal ini menjadi tonggak inspirasi dalam sejarah dan menjadi prototipe bagi standar desain kapal perang untuk 1,5 abad berikutnya karena ia adalah kapal yang keseluruhannya dibuat dengan logam untuk pertama kalinya. Kapal ini adalah gagasan dari seorang insinyur angkatan laut kecil yang dikenal dengan nama Yohanes Ericsson.
Lokasi tepat tenggelamnya kapal ini tetap tidak diketahui selama lebih dari satu abad sampai pada 1973, lokasi dinyatakan 16 mil di lepas pantai Virginia. Kemudian kawasan ini ditetapkan sebagai bangunan bersejarah nasional sehingga terlarang bagi penyelam.

 

Situs ini sekarang berada di bawah pengawasan NOAA, dengan banyak artefak dari kapal, termasuk menara, meriam, baling-baling, jangkar, mesin dan beberapa barang pribadi dari kru, yang dipajang di Museum Marinir Virginia .

Iklan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

One response »

  1. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems
    as though you relied on the video to make your point.
    You obviously know what youre talking about, why waste your intelligence on just
    posting videos to your blog when you could be giving us something informative to read?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s