Tragedi Kapal – Kapal Pesiar Sepanjang Sejarah Maritim Dunia

Standar

1. Kapal Pesiar Wilhelm Gustloff Jerman, 1945 

Kapal Pesiar Wilhelm Gustloff adalah sebuah kapal penumpang Jerman yang mengangkut warga sipil dan prajurit yang terluka dalam Perang Dunia II pada musim dingin 1944-1945. Kapal ini meninggalkan pelabuhan Danzig (Gdansk modern) Januari malam di tahun  1945 menuju Polandia utara, namun tenggelam karena ditorpedo oleh kapal selam Uni Soviet S-13 di tengah Laut Baltik pada 30 Januari 1945.

 

Besarnya korban jiwa dalam insiden ini bukan hanya karena tenggelam dalam hitungan menit. Namun dengan suhu air dua derajat di atas titik beku, bahkan awak kapal yang tidak terjebak di bawah dek juga memiliki peluang kecil untuk bertahan hidup di perairan sedingin itu. Diperkirakan sekitar 9.400 penumpangnya meninggal.

 

2. Kapal Pesiar RMS Titanic Inggris, 1912

RMS Titanic merupakan satu dari tiga kapal samudera kelas Olympic yang dioperasikan oleh White Star Line dan juga merupakan kapal terbesar di dunia pada pelayaran perdananya. Kapal ini dibangun pada 1909 sampai 1911 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Namun pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris menuju New York City, AS ini juga menjadi pelayaran terakhirnya karena kapal penumpang super Britania Raya ini tenggelam di Samudera Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es.

 

Tabrakan itu terjadi empat hari setelah kapal besar tersebut berlayar dari pelabuhan asalnya. Kapal pun karam di satu ujungnya dan menenggelamkan seluruh tubuh kapal. Sebanyak 1.517 orang meninggal dalam tragedi ini. Lokasi karamnya kapal super mewah ini tidak diketahui hingga 70 tahun kemudian yakni pada tahun 1985.

 

Kisah tragedi ini pun difilmkan dalam sebuah film berjudul “Titanic” yang menjadi film terlaris sepanjang masa dan berhasil menyabet 11 piala Oscar.

 

Setelah satu abad tragedi ini terjadi, akhirnya kebenaran di balik kejadian itu terungkap lewat Louise Patten, seorang penulis dan cucu dari Charles Lightoller, pejabat nomor dua terpenting di kapal Titanic saat itu. Adapun alasan kenyataan tersebut disembunyikan adalah karena takut menodai reputasi kakeknya, yang juga seorang pahlawan perang. Lightoller sendiri adalah perwira paling senior yang selamat dari kejadian itu. Namun ia menutupi kesalahan saat penyelidikan tenggelamnya kapal karena ia khawatir jika kecelakaan tersebut diketahui akibat kesalahan manusia, maka sang pemilik kapal akan bangkrut dan rekan-rekannya pun akan kehilangan pekerjaan.

 

Kesalahan fatal dalam tragedi ini terletak pada dua poin. Yang pertama adalah kesalahan arah dalam kemudi oleh sang juru mudi, Robert Hitchins. Waktu empat menit yang dibutuhkan untuk mengubah arah dan waktu ternyata tidak cukup. Poin kedua adalah yang memperparah kondsi dimana J. Bruce Ismay, pemilik White Star Line membujuk kapten untuk terus berlayar. Keputusan inilah yang membuat kapal tenggelam berjam-jam lebih cepat daripada seharusnya. Padahal menurut Pattern, kalau Titanic diam saja, ia akan bertahan paling tidak sampai kapal penyelamat datang dan tidak ada yang perlu mati.

 

3. Kapal Pesiar Lusitania Inggris, 1915

 

Lusitania merupakan sebuah kapal mewah milik Inggris yang diciptakan untuk mengarungi lautan bebas. Kebanyakan membawa penumpang yang berasal dari kaum bangsawan yang kaya. Perjalanan kapal tersebut selalu membawa kenangan indah bagi penumpangnya. Tetapi tidak pada tanggal 7 Mei 1915 ketika mengarungi perairan di dekat pesisir selatan Irlandia. Kapal itu tenggelam dengan membawa 1.198 penumpang, 124 orang diantaranya orang-orang Amerika ketika tidak mampu mengelak dari sebuah torpedo dari arah kanan kapal. Torpedo itu menghantam lambung kapal bagian kanan dengan keras. Air mulai masuk ke dalam kapal dan akhirnya menenggelamkan kapal mewah tersebut.

 

Kematian 124 orang Amerika yang naik di kapal itu telah mengubah sejarah karena mempercepat masuknya Amerika ke dalam Perang Dunia pertama dan akhirnya menjamin kemenangan Sekutu.
Tenggelamnya kapal ini menimbulkan suatu teka-teki yang tidak terpecahkan hingga sekarang, yakni Lusitania itu sebenarnya sebuah kapal penumpang atau kapal perang? Apakah ia dengan sengaja dikorbankan untuk menarik Amerika ke dalam kancah peperangan?

 

Sebenarnya waktu itu orang-orang Jerman telah memperingatkan para penumpang yang bermaksud berlayar dengan Lusitania untuk mengurungkan niatnya sekaligus menjelaskan bahwa setiap kapal penumpang negara musuh yang berada di laut dalam daerah pertempuran memikul resiko untuk diserang. Bahkan Kedutaan Besar Jerman di Washington sudah bertindak sedemikian jauhnya dengan menempatkan iklan di koran-koran Amerika untuk mengingatkan mereka: “Para penumpang yang bermaksud mengadakan perjalanan menyeberangi Lautan Atlantik diingatkan bahwa Jerman dan Inggris sedang dalam keadaan perang dan kapal yang berlayar di bawah bendera Inggris atau kapal negara-negara sekutu harus memikul tanggung jawab sendiri atas perbuatannya.” Tetapi sekalipun telah diperingatkan, 188 orang Amerika tetapi membeli karcis untuk berlayar bersama Lusitania

 

4. Kapal Pesiar The Estonia, 1994

 

Kapal pesiar yang dibangun di galangan kapal Meyer Werft di Papenburg ini tenggelam di perairan Baltik pada 1994 dan menjadikannya sebagai tragedi kecelakaan maritim terbesar di abad ke-20. Insiden ini mengakibatkan hilangnya nyawa 852 orang. Insiden ini terjadi dalam pelayaran dari Tallinn, Estonia ke Stockholm pada 28 September 1994.

 

Jika melihat bangkai kapal ini, ada banyak alasan, yang terkait dengan keruntuhannya. Ada pernyataan yang kontroversial. Namun, dikatakan bahwa kapal menghadapi kondisi cuaca buruk ketika tenggelam. Tetapi sekali lagi ada orang-orang yang terkait dengan hal tersebut mengatakan, bahwa kapal tenggelam karena sebuah bom yang ada di dalam kapal tersebut.

 

Selain akibat membunyikan tanda bahaya dan prosedur menurunkan sekoci penyelamat yang terlambat dilakukan karena saat itu kapal sudah miring sekitar 30° – 40° ke kanan sehingga hampir tidak mungkin bisa berjalan dengan aman di dalam tubuh kapal, pesan “Mayday” yang dikirimkan awak kapal pada pukul 01:22 ternyata juga tidak sesuai dengan standard internasional. Hal inilah yang menghambat upaya penyelamatan sehingga dari total 989 penumpang dan awak kapal hanya 137 org yg bisa diselamatkan.

 

5. Kapal Pesiar SS Morro Castle AS, 1930

Kapal pesiar mewah yang dimiliki Amerika ini dibuat pada Januari 1929 dan mulai beroperasi pada 23 Agustus 1930. Dalam pelayarannya menuju New York, kapal ini terbakar. Karena material kapal yang banyak dihiasi kayu dan minimnya alat pemadam kebakaran, kapal ini terbakar dengan sangat cepat dan membunuh 137 penumpang dan awak kapal. Tragedi kebakaran di kapal pesiar ini dianggap sebagai kebakaran paling buruk dan menakutkan dalam sejarah industri maritim dunia.

 

6. Kapal Pesiar The Bulgaria Rusia, 2011

 

Kapal pesiar dua dek yang membawa 188 orang ini tenggelam dalam waktu tiga menit di Sungai Volga, Rusia, pada tanggal 10 Juli 2011.

 

Unit Industri Pariwisata Rusia menyatakan kapal yang dibuat pada 1955 tersebut tak diperbaiki seperti kapal pesiar lain yang digunakan untuk berlayar di Sungai Volga. Namun pengawas angkutan Rusia, Rostransnadzor, mengatakan kapal “Bulgaria” berada dalam kondisi teknis baik dan memiliki surat yang diperlukan. Menurutnya kapal itu tenggelam secara mendadak.

 

Namun menurut laporan media setempat, tiga faktor mungkin telah menjadi penyebab kecelakaan itu, termasuk pelanggaran operasi kapal, kelebihan penumpang, dan usia kapal.
Sebanyak 128 korban dilaporkan tewas sementara harapan menipis untuk menemukan lagi penumpang yang masih hidup saat para penyelam menemukan sejumlah mayat dari kapal itu.

 

7. Kapal Pesiar Andrea Doria, Italia 1956 

Kapal mewah Line Italia ini bertabrakan dengan liner Stockholm Swedia dalam kabut tebal di lepas pantai Massachusetts pada bulan Juli 1956 dan tenggelam beberapa jam kemudian. Hal itu cukup mengejutkan seluruh dunia. Bukan karena skala bencana yang hanya menelan korban 46 jiwa dari 1660 orang, tapi fakta bahwa tabrakan antar kapal masih bisa terjadi di zaman teknologi tinggi yang sudah dilengkapi dengan radar dan komunikasi radio kapal.

 

Kesalahan terjadinya tabrakan tersebut dituduhkan pada kedua kapten. Bukan hanya karena kecepatan kapal yang lumayan (20 Knot) saat kabut, namun juga karena salah penafsiran komunikasi sehingga harus berakhir dengan hilangnya nyawa dan tenggelamnya salah satu kapal paling mahal yang pernah dibangun.
Hari ini Doria Andrea tetap menjadi salah satu situs paling populer di dunia penyelaman, bahkan lokasi tersebut dikenal sebagai Gunung Everestnya lokasi penyelaman laut. Penyebabnya adalah karena kedalaman dan kondisi cuaca yang cepat memburuk di dalam rongsokan kapal sehingga berbahaya, dan ini dibuktikan oleh fakta bahwa telah ada lusinan korban dari para penyelam

 

8. Kapal Pesiar Costa Concordia Italia, 2012

Kapal yang dioperasikan oleh Costa Cruises ini dibangun di galangan kapal Sestri Ponente milik Fincantieri di Italia. Kapal mewah ini berangkat dari pelabuhan Civitavecchia dekat Roma dan dijadwalkan mengunjungi Palermo, Cagliari, Palma, Barcelona dan Marseille. Namun kapal tersebut tenggelam setelah menabrak karang di Lepas Pantai Isola del Giglio, Italia. Total tiga puluh dua orang tewas dan ribuan penumpang bersama awak kapal berhasil dievakuasi.

 

Wisatawan dari Perancis, Italia, Jerman dan Inggris menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci ketika kapal menabrak karang setelah dua jam meninggalkan pelabuhan. Beberapa penumpang nekat melompat ke laut dan berenang ke pantai di dekat pulau Giglio, lepas pantai Tuscan.

 

Seorang penumpang menceritakan saat itu sekitar pukul 20.00 waktu setempat, terjadi ledakan keras saat penumpang sedang menikmati makan malam. Melalui pengeras suara, petugas kapal mengatakan kapal mengalami gangguan listrik sebelum akhirnya meminta semua orang mengenakan pelampung.

 

Salah seorang penumpang lainnya, Fabio Costa mengatakan setelah alarm darurat berbunyi, orang-orang mulai panik dan saling mendorong untuk naik ke dalam sekoci sehingga banyak orang yang jatuh menuruni tangga dan terluka.

 

Kapal ini ternyata sebelumnya juga mengalami insiden, tepatnya pada tanggal 22 November 2008. Saat angin kencang berhembus di kota Palermo, Sisilia, kapal ini terdorong ke dermaga sehingga mengalami kerusakan pada haluannya. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut dan perbaikan kapal langsung dilaksanakan.

 

Dalam persidangan setelah insiden ini, Kapten Francesco Schettino mengatakan kepada hakim di kota Grosseto bahwa juru mudi kapal tersebut yang berkebangsaan Indonesia, Jacob Rusli Bin tidak mengindahkan perintahnya untuk mengurangi kecepatan kapal. Saksi ahli yang dihadirkan di pengadilan menyatakan juru mudi memang tidak langsung melakukan apa yang diperintahkan kapten, namun keterlambatan melaksanakan perintah bukan sebagai penyebab kecelakaan.

 

Kapten kapal tersebut didakwa menyebabkan orang lain meninggal. Jika dinyatakan bersalah, ia bisa dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan juru mudi ini bersama lima awak kapal lainnya sudah dinyatakan bersalah, juga dengan dakwaan menyebabkan orang lain tewas, dalam persidangan bulan Juli lalu dan dijatuhi vonis satu tahun delapan bulan.

 

Upaya untuk menegakkan kembali kapal yang kandas dan setengah karam tersebut berlangsung selama 19 jam dan berakhir pada 17 September 2012 melalui satu operasi penyelamatan kapal terbesar dalam sejarah.

 

9. Kapal Pesiar Royal Pacific Cruise Yunani, 1992

Royal Princess

Pada Agustus 1992 kapal pesiar mewah Royal Pacific karam setelah tabrakan dengan perahu pukat karena jarak pandang yang pendek. Tabrakan terjadi ketika kapal ini melewati Selat Malaka dan perahu pukat, Terfu 51, menabrak badan Royal Pacific. Menurut Marine Insight, anggota kru tidak cukup untuk menyelamatkan penumpang. Sebanyak 30 orang meninggal dan 70 luka-luka dari total 530 penumpang.

 

10. Kapal Pesiar Club Royale AS, 1995


Kapal pesiar casino mewah ini mengalami musibah ketika dihantam badai topan Erin di sekitar 90 mil sebelah timur Port Canaveral, Florida dan tenggelam pada musim panas 1995. Tidak ada penumpang di kapal, tetapi hanya 8 dari 11 anggota awak kapal yang dapat diselamatkan.

 

11. Kapal Pesiar Louis Majesty Yunani, 2010

Louis Majesty

Kapal pesiar ini sedang berada di lautan Mediterania utara Barcelona ketika dihantam oleh serangkaian gelombang laut selama perjalanan pada tahun 2010. Gelombang setinggi 26 kaki (9 meter) menghantam kapal dan menghancurkan lima buah jendela di bagian depan kapal. Dua penumpang tewas, dan 14 orang lainnya luka-luka.

 

Kapal ini  sedang berlayar dengan rute pelayaran dari Barcelona, Spanyol, ke Genoa, Italia, Yunani. Insiden itu terjadi 24 mil di lepas pantai Cabo de San Sebastian dekat kota Spanyol Palagrugell. Menurut kementerian Yunani, kapal pesiar Louis Majesty saat itu membawa 1.350 penumpang yang ditemani awak kapal sebanyak 580 orang. Para penumpang berasal dari 27 negara, termasuk tiga orang diantaranya adalah warganegara Amerika.

 

Data pelampung di lepas pantai Perancis menunjukkan bahwa cuaca merupakan penyebab kemungkinan gelombang tinggi tak terduga tersebut dengan kecepatan angin sebesar 45 mph. Akibat insiden tersebut, pelayaran berikutnya telah dibatalkan, dan Louis Majesty akan tetap di Barcelona untuk perbaikan, kata Maratheftis

 

12. Kapal Pesiar Star Princess Inggris, 2006

Star Princess

Kebakaran menghanguskan kapal Star Princess pada 23 Maret 2006. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari yang tenang ketika para penumpang masih asyik tidur. Kapten kapal segera membangunkan seluruh penumpang dengan membunyikan suara emergensi. Prosedur penyelamatan dilakukan secara bagus dan terorganisir. Tetapi sayangnya, salah satu penumpang bernama Richard Liffridge, 72 tahun, meninggal karena menghirup asap.

 

Api dilaporkan berasal dari rokok yang dibiarkan menyala dan dibuang pada balkon kapal pesiar itu.

 

13. Kapal Pesiar MTS Oceanos Yunani, 1991

oceanos
Kapal milik Yunani ini tenggelam di lepas pantai timur Afrika Selatan pada tahun 1991. Kondisi laut yang ekstrim karena badai besar menyebabkan kapal terombang-ambing. Akibat tingginya gelombang, air laut masuk ke kapal yang menyebabkan kapal dibanjiri air dan tenggelam. Misi penyelamatan terhadap 571 orang berhasil dilakukan sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

 

14. Kapal Pesiar Pacific Sun Australia, 2008

Pacific Sun

Kapal ini baru saja kembali ke Auckland, Selandia Baru dari kepulauan Vanuatu saat diterjang badai dahsyat sekitar 400 mil lepas pantai pada tahun 2008. Tidak ada korban meninggal, namun 40 orang penumpang terluka akibat terlempar dan terbentur karena gelombang badai yang menghantam kapal.

 

15. Kapal Pesiar Norwegian Dawn Norwegia

Norwegian Dawn

Kapal mewah Norwegia ini dihantam badai aneh setinggi 70 kaki pada saat perjalanan dari Bahamas menuju New York. Bahkan, lantai 10 pada kapal pun ikut terbanjiri oleh air laut akibat gelombang ini. Namun, dilaporkan tidak ada penumpang yang cedera maupun yang tewas.

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s