Dewa – Dewi dalam Mitologi China : Da Bo Gong

Standar

Da Bo Gong (大伯公) atau Toa Pek Kong (Hokkian) merupakan salah satu dewata yang sangat populer, disamping Fu De Zheng Shen (Hok Tek Ceng Sin-Hokkian). Namun ini sering disalahtafsirkan, dan akhirnya menjadi sebutan umum bagi semua dewata kelenteng. Tiap ada upacara ulang tahun dewata kelenteng yang diikuti dengan arak-arakkan keliling kota, maka secara umum disebut sebagai “gotong Toa Pek Kong” tanpa memperdulikan siapa dewata yang diarak.

 

Da Bo Gong juga sering keliru disamakan dengan Du Ti Gong. Hal ini terjadi karena adanya kesamaan fisik di antara kedua dewa tersebut.
Perlu diketahui, bahwa sebutan Da Bo Gong ini, hanya ada di Malaysia dan Indonesia. Di negeri asalnya yaitu Tiongkok sebutan ini tidak ditemukan. Supaya kesalahan ini tidak berlangsung berlarut-larut, tulisan ini akan mencoba untuk membahas siapa sesungguhnya Da Bo Gong ini.
Da Bo Gong sesungguhnya adalah salah satu Dewa Air yang mempunyai berbagai nama. Pada jaman dinasti Song, ia disebut Du Gang (Touw Khong – Hokkian). Para pelaut banyak memujanya agar selamat selama pelayarannya.
Pada masa akhir dinasti Ming dan memasuki dinasti Qing (kira-kira 1600 -1750), dia disebut sebagai Na Gong. Menurut legenda ia adalah seorang pelaut dari propinsi Fujian. Suatu hari ia berkomunikasi dengan seorang dewa melalui mimpi, dan diberi tahu bahwa seorang terapung-apung di laut dan dalam mulutnya terdapat racun.
Keesokan harinya Na Gong benar-benar melihat tubuh manusia terapung di laut. Terdorong oleh hasrat untuk menyelamatkan jiwa, Na Gong terjun ke air dan menyedot racun dari mulut orang yang malang itu.
Orang itu dapat diselamatkan, tapi wama wajah Na Gong berubah menjadi biru dan dia sendiri akhirnya meninggal dunia.
Sejak saat itu orang mendirikan kelenteng untuk memuja dan mengenang pengorbanan dan keberaniannya untuk menyelamatkan orang lain, dan disebut Da Bo Gong sebagai penghormatan. Secara harafiah, Da memiliki arti besar/tertua, Bo berarti kakak dan Gong berarti kakek. Pengertian Da Bo Gong secara keseluruhan adalah Kakak Tertua dari Kakek atau Paman Buyut. Sebutan tersebut merupakan sebutan paling terhormat karena kultur masyarakat China menghormati orang yang lebih tua.
Pada permulaan abad ke-19, banyak imigran Tionghoa yang bekerja di perkebunan merica di semenanjung Malaya, meninggal karena malaria dan penyakit daerah tropis lain. Mereka lalu beramai-ramai mendirikan kelenteng untuk Na Gong, kelenteng itu merupakan kelenteng pemujaan Da Bo Gong yang pertama di Semenanjung Malaya.
Kemudian pada tahun 1792, di Penang didirikan Kelenteng Da Bo Gong lagi untuk penduduk setempat. Menurut kepercayaan penduduk setempat, yang disebut Da Bo Gong di daerah itu adalah seorang pelajar dari Fujian bernama Zhang Li yang lari ke Malaysia, pada masa pemerintahan kaisar Qian Long (1736 – 1790). Ia adalah seorang yang jujur dan berbudi serta merupakan tokoh masyarakat. Setelah meninggal ia dipuja masyarakat setempat sebagai orang suci. Ia ditampilkan sebagai seorang  tua berjenggot panjang dan berwajah ramah.

 

Banyak orang yang menganggap bahwa Da Bo Gong merupakan Dewa Rezeki. Sebenarnya, Da Bo Gong merupakan pelindung para pekerja keras dari sakit dan kecelakaan sehingga mereka dapat memperoleh kekayaan. Beliau akan memberkahi orang-orang yang berhati baik serta banyak melakukan perbuatan mulia.

 

Adapun kelenteng Da Bo Gong yang paling terkenal di Malaysia adalah Haichu-yu Tua Pek Kong Temple di Tanjung Tokong, Penang dan Tua Pek Kong Temple, Sibu yang terkenal akan pagoda 7 tingkatnya yang menjadi simbol bagi Sibu. Sedangkan kelenteng Da Bo Gong yang terkenal di Singapura adalah Kelenteng Fo Shan Ting Da Bo Gong yang terletak di Pulau Kusu.

 

Pemujaan Da Bo Gong ini juga meluas sampai ke Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya kelenteng Da Bo Gong antara lain seperti di Lampung, Banten  (dalam kelenteng Avalokitesvara) dan Ujungpandang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s