Konsumsi Air yang Sehat Untuk Mencegah Osteoporosis

Standar

Sudah tepatkah air yang kita minum? mengkonsumsi air yang tidak memenuhi syarat kesehatan secara fisik, kimia dan biologi dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti: diare, gangguan ginjal bahkan gangguan pada tulang. Lho koq bisa gangguan tulang? tulang sangat membutuhkan kalsium untuk menjadi kuat dan padat.

 

Pernahkah terpikir oleh kita bahwa kalsium, mineral yang penting bagi kesehatan tulang ternyata terdapat dalam air yang kita minum? Artinya kebutuhan kalsium kita dapat tercukupi jika kita mengkonsumsi air yang sehat dan mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh. Nah, untuk itu sangat penting mengetahui kandungan mineral (kalsium, magnesium, besi dan belerang) dalam air yang kita minum.

 

WHO merekomendasikan kandungan kalsium dalam air minum minimal 20 mg/liter, magnesium minimal 10 mg/liter. Air yang kita minum dapat berasal dari berbagai sumber seperti; air sungai, danau, mata air, sumur dangkal, sumur dalam dan air hujan. Tentu saja sebelum dikonsumsi terlebih dahulu diolah agar memenuhi syarat kesehatan (syarat fisik, kimia dan bakteriologis).

 

Hidup sehat hingga usia lanjut tentu menjadi dambaan setiap manusia. Disadari bahwa seiring bertambahnya usia kemampuan seseorang akan mengalami penurunan baik dalam aktifitas maupun kemampuan berpikir (daya ingat). Berkaitan dengan aktifitas manusia tidak terlepas dari kemampuan tulang karena fungsi tulang adalah sebagai gerak pengendali serta menggambarkan bentuk tubuh. Jika tulang mengalami gangguan tentu saja aktifitas juga akan terganggu bahkan postur tubuh akan berpengaruh seperti badan menjadi bungkuk, gangguan (kesulitan) dalam berjalan atau bahkan tidak mampu lagi untuk berjalan yang disebut dengan penyakit osteoporosis, tentu saja kita tidak ingin keadaan ini terjadi.

 

Mulai dari lahir hingga mencapai usia dewasa jaringan tulang secara konstan diganti “turn over” jaringan yang dibuat lebih banyak dari pada yang hilang. Tetapi setelah usia 30 tahun yang terjadi adalah sebaliknya. Jaringan tulang yang hilang lebih banyak daripada yang dibentuk. Kepadatan tulang berkurang hal ini disebabkan karena berkurangnya massa tulang. Bukankan tulang benda padat dan keras? Tulang merupakan jaringan yang dibentuk dari kristal kecil kalsium dan fosfor. Kristal inilah yang memberikan kekuatan, kepadatan dan kekerasan pada tulang. Kepadatan tulang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

 

Tetapi kita tidak perlu khawatir karena osteoporosis dapat dicegah dengan menghindari faktor penyebabnya. Faktor penyebab osteoporosis ada yang tidak dapat di ubah dan yang dapat diubah. Tentu saja yang bisa kita hindari adalah faktor yang dapat dirubah seperti : yang mempengaruhi kepadatan tulang adalah kalsium dan konsumsi vitamin D yang terdapat dalam makanan seperti telur, susu dan ikan.

Sebenarnya kita dapat memanfaatkan sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D. Sinar ultraviolet pada pagi hari menghasilkan vitamin D yang dapat diserap oleh kulit dalam bentuk tidak aktif. Selanjutnya vitamin D disimpan dalam hati dan disalurkan ke ginjal dalam bentuk aktif. vitamin D inilah yang membantu peningkatan penyerapan kalsium.

 

Jika tubuh kurang vitamin D maka secara langsung kalsium tidak dapat diserap secara sempurna, dengan kata lain kita dapat kekurangan kalsium.

 

Masyarakat yang tinggal di wilayah dataran tentu tidak sulit mendapatkan sumber air bersih. Sumber air bersih dapat diambil dari sungai, sumur dangkal atau sumur dalam serta tersedianya sarana Pengolahan Air Minum (PAM). Tetapi bagi yang tinggal daerah pantai dan pegunungan sumber air menjadi masalah, apalagi jika belum tersedia sarana Pengolahan Air Minum (PAM). Sehingga memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih.

 

Dari berbagai sumber air tersebut air hujan dapat dijadikan sebagai air minum. Namun sayangnya air hujan tidak mengandung mineral kalsium. Sifat kualitas air hujan bersifat lunak karena tidak mengandung larutan garam dan zat-zat mineral. Air hujan pada umumnya bersifat lebih bersih. Kalsium dalam air minum dalam batas-batas tertentu diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, kadar kalsium tidak boleh lebih dari 200 mg/l karena dapat menyebabkan korosi dalam saluran pipa air.

 

Sangat disayangkan jika air yang kita minum setiap hari ternyata tidak mengandung kalsium yang diperlukan tubuh, sehingga kebutuhan kalsium yang seharusnya didapat melalui konsumsi air minum tidak terpenuhi. Jika mengkonsumsi air hujan sebagai air minum dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat pada kerapuhan tulang dan gigi menjadi rapuh. Analisis terhadap penggunaan air hujan sebagai air minum telah dilakukan di daerah pengunungan, data yang diperoleh menunjukkan bahwa wanita usia 30-35 tahun mengalami kerapuhan pada gigi (gigi ompong) serta postur tubuh yang membungkuk.

 

Kandungan air hujan berbeda-beda tiap daerah tergantung dari lokasi geografisnya seperti daerah pantai berbeda dengan daerah pegunungan. Tetapi secara garis besar rata-rata air hujan di Indonesia mengandung: mineral rendah (kalsium 0), kesadahan rendah, PH rendah (3,0-6,0), kandungan organik tinggi dan zat besi tinggi (> 0,3).

 

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit mendapatkan sumber air sumur, tetap dapat memanfaatkan air hujan untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat air hujan harus diolah terlebih dahulu sebelum dimasak. Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C.

 

Berikut ini cara pengolahan sederhana agar air hujan dapat dimanfaatkan menjadi air minum yang sehat :

1. Terlebih dahulu air hujan tersebut harus disaring menggunakan saringan yang terbuat dari drum plastik yang berisi kerikil dan arang batok kelapa yang telah dibakar dan dicuci bersih. Pemilihan bahan drum plastik mengingat bahwa kandungan zat besi dalam air hujan cukup tinggi dan bersifat korosif.

2. Setelah air disaring kemudian ditampung dalam bak penampungan air yang terbuat dari semen atau plastik.

3. Diberi batu gamping/kapur sirih dengan takaran 2 sendok makan untuk 1000 liter air dan biarkan mengendap.

 

Selanjutnya air yang sudah diolah dapat dimasak untuk dikonsumsi sebagai air minum. Jika kita senantiasa mengkonsumsi air yang sehat, tetap aktif (aktifitas dan latihan fisik) serta asupan vitamin D mencukupi maka osteoporosis dapat kita cegah.

 

 

Dikutip dari tulisan Tri Niswati Utami, S.Pd., M. Kes yang merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Universitas Airlangga Surabaya, pemerhati masalah kesehatan, dan dosen Akbid di Medan.

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s