Sejuta Bayi Per Tahun Meninggal dalam 24 Jam Setelah Dilahirkan

Standar

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa sejuta bayi setahun meninggal dunia dalam 24 jam setelah dilahirkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dicegah.

 

Organisasi kemanusiaan Save the Children meluncurkan laporan itu yang mendesak pemerintah-pemerintah di seluruh dunia mengambil langkah untuk mengatasi masalah yang menyebabkan kematian itu.

 

Laporan oleh kelompok berkedudukan di Inggris tadi menyebutkan 6,6 juta anak-anak di seantero dunia meninggal dunia dalam 2012 sebelum ulang tahun  mereka yang kelima. Sebagian besar dari anak-anak tersebut meninggalkan akibat sebab-sebab yang dapat dicegah.

 

Jumlah tadi hampir separuh dari 12,6 juta pada 1990, namun organisasi bantuan tersebut menegaskan kini sayangnya masih “ada problema kurang nya atensi terhadap bayi-bayi dalam hari-hari pertama kehidupan mereka”.

 

Dalam laporannya berjudul “Ending Newborn Deaths”, organisasi itu mengungkapkan sejuta bayi tidak survive dari 24 jam pertama kehidupan mereka sepanjang 2012.

 

Dua juga bayi dapat diselamatkan setiap tahun jika mortalitas bayi baru lahir yang dapat dicegah diakhiri.

 

Memalukan

 

Laporan tadi memaparkan bahwa kematian anak masih merupakan salah satu hal  yang sangat memalukan dari dunia modern kita. Setiap hari, 18.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal, dan sebagian besar dari mereka  akibat sebab-sebab yang bisa dicegah.

 

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa kecuali segera mulai menangani kematian di antara bayi – bayi baru lahir maka ada ancaman bahaya nyata yang dapat menghambat kemajuan penurunan kematian anak dan kita akan gagal dalam merealisasi ambisi menjadi generasi yang dapat mengakhiri semua kematian anak akibat sebab – sebab yang bisa dicegah.

 

Menurut Save the Children, penurunan angka kematian balita sejak 1990 telah dicapai melalui program imunisasi, keluarga berencana, gizi yang lebih baik dan penanganan berbagai penyakit anak, serta perbaikan ekonomi.

 

Pakistan mencatat angka tertinggi kematian bayi pada hari pertama dan kematian bayi dalam kandungan, disusul Nigeria (32,7 persen), Sierra Leone (30,8), Somalia (29,7) Guinea-Bissau (29,4) dan Afghanistan (29,0). Di Pakistan, hampir separuh dari wanita melahirkan didampingi pekerja kesehatan terampil.

 

Laporan tadi juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya untuk meningkatkan hal ini terkendala “penundaan pencairan gaji, minimnya stok obat, ketidaktersediaan dan disfungsional peralatan, serta sistem rujuan yang tidak membantu.

 

India mencatat angka kematian hari pertama dan  kematian bayi dalam kandungan tertinggi dengan 598.038 per tahun — seperempat dari 2,2 juta jiwa hilang.

 

Angka kematian balita di India telah turun lebih dari separuh sejak 1990, dari 126 per 1.000 kelahiran hidup jadi 56,1.

 

Laporan tersebut memuji negara-negara bagian (di India) dengan sistem kesehatan yang kuat dan mekanisme implementasi yang bagus mencatat hasil sangat istimewa dibanding negara-negara lain.

 

Aksi

 

Save the Children, yang beroperasi di lebih dari 120 negara, mengimbau para pemimpin dunia, kalangan filatropis dan sektor swasta agar berkomitmen mengakhiri kematian bayi baru lahir yang dapat dicegah.

 

 

Organisasi tadi menjelaskan, pihaknya akan menyampaikan rencana aksi mereka kepada para menteri pemerintah. Mereka ingin pemerintah mengeluarkan deklarasi  untuk mengakhiri mortalitas bayi baru lahir yang bisa dicegah.

 

Save the Children ingin para pemerintah memastikan bahwa per 2025 mendatang, setiap kelahiran ditangani oleh pekerja kesehatan terlatih lengkap dengan peralatannya dan biaya layanan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir ditiadakan.

 

Mereka menuntut sebuah komitmen terhadap pengeluaran setidaknya 60 dolar per kapita untuk biaya melatih pekerja maternitas. Kelompok itu juga mendesak perusahaan-perusahaan farmasi meningkatkan ketersediaan berbagai produk bagi ibu baru termiskin.

 

Laporan tersebut memungkas bahwa dalam banyak kasus, intervensi kecil tapi krusial dapat menyelamatkan jiwa yang terancam bahaya. Perawatan oleh tenaga terampil semasa persalinan dapat mengurangi jumlah kematian bayi dalam kandungan selama proses persalinan sebesar 45 persen dan mencegah 43 persen kematian bayi baru lahir.

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s