Hari Anti Tembakau Internasional 31 Mei : Merokok Membunuhmu..!

Standar

Sebuah perbincangan alot terjadi di sebuah bus kota. Dua orang yang sebelumnya tidak saling mengenal, duduk saling bersebelahan di satu deret tempat duduk. Satu orang sedang dengan asyiknya menghisap segelinting rokok dan yang satunya juga asyik mengunyah permen karet. Seketika ditengah perjalanan antara keduanya terlibat perang mulut. Pemicunya yakni orang yang asyik menghisap rokok dengan mengeluarkan segelumpal asap yang tentunya tak ramah bagi orang disekitarnya. Lantas, orang yang duduk disampingnya tersebut mengeluarkan sisa kunyahan permen karet dan memegangnya, lalu menawarkan kepada orang yang merokok tersebut, “Mas, maukah Anda memakan permen karet saya ini?”

 

Dengan tawaran yang tak mengenakkan itu sontak membuat marah sang perokok tersebut. Dengan nada keras diiringi kekesalannya karena telah menyela kenikmatan untuk menghisap rokoknya, kemudian berujar “eh, mengapa engkau menawarkan permen karet itu kepadaku, bukankah itu sisa dari mulutmu? Dengan sejurus kata pun, orang yang menawarkan permen karet tersebut lalu berkata, “Anda sebagai makhluk yang sangat egois, Anda dengan asyiknya mengeluarkan sisa asap dari mulut Anda dan memaksakan orang disekitar untuk menghisap sisa asap dari mulut Anda tersebut, maka maukah Anda juga memakan permen karet ini dari mulut saya sebagaimana halnya Anda memaksa saya memakan sisa asap rokok dari mulut Anda”.

 

Itulah sekelumit diskripsi terhadap lingkungan kotor yang masyarakatnya sangat akrab bersahabat dengan asap rokok. Tentu, cerita di atas banyak dialami oleh masyarakat kita yang meskipun tidak menyentuh rokok, tetapi mau tidak mau ia dipaksa untuk menghirup asap mematikan tersebut atau dapat dikatakan sebagai perokok pasif. Padahal, menghirup udara yang segar dan bebas dari asap rokok juga merupakan hak asasi seseorang, sebagaimana para perokok yang mempunyai hak untuk menghisap rokoknya tanpa memperdulikan orang lain di sekitarnya.

 

Hari Anti Tembakau Sedunia

 

Mungkin sebagian masyarakat kita masih belum mengenal secara dekat, pada tanggal 31 Mei setiap tahunnya dijadikan sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia. Hari ini juga bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan.

 

Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pada tahun 1987. Dalam satu dasawarsa terakhir, gerakan ini menuai berbagai reaksi baik berupa dukungan dari pemerintah, aktivis kesehatan, dan organisasi kesehatan masyarakat, ataupun tentangan dari para perokok, petani tembakau, dan industri rokok.

 

Hari Tanpa Tembakau sesungguhnya juga untuk menekan angka penyebaran iklan rokok kepada anak-anak. Hal ini sebagaimana dalam sebuah survei terpercaya, bahwa sebanyak 90 persen remaja berusia 13 sampai 15 tahun di Indonesia terpapar iklan rokok setiap harinya, terutama dari televisi. Data dari Tobacco Free Initiative (TFI-WHO) menyebutkan, sebanyak 89 persen remaja melihat billboard iklan rokok dalam kurun waktu sebulan terakhir.

 

Iklan rokok yang menampilkan citra keren akan mempengaruhi keinginan remaja untuk merokok. Dampak dari iklan rokok juga terlihat dari kecenderungan remaja usia 15 samai 19 untuk merokok yang semakin besar. Menurut data dari Kementrian Kesehatan pada 2010, kecenderungan merokok usia remaja meningkat 3 kali lipat menajdi 43,3 persen. Hasil Riskesdas 2010 juga menunjukkan persentase anak yang mulai merokok pada usia 10 sampai 14 tahun mencapai 17,5 persen.

 

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap tahunnya, setidaknya merupakan momentum bagi upaya penyadaran masyarakat akan bahayanya produk tembakau dalam bentuk rokok. Terutama bagi para orang tua untuk lebih peduli terhadap anak-anak dari paparan bahaya asap rokok.

 

Menurut Kordinator Program Tobacco Control Yayasan Pusaka Indonesia OK. Syahputra Harianda, orang tua yang perokok, seharusnya bisa mengendalikan hasratnya untuk tidak merokok di dalam rumah apalagi di depan anak-anak, tidak menyuruh anaknya untuk membelikan rokok, membatasi dan mendampingi anak dalam menonton siaran televisi utamanya yang disponsori rokok, karena kalau hal ini dilakukan tentu anak-anak akan meniru apa yang sudah dilakukan orang tuanya.

 

Merokok Membunuhmu

 

Hal yang sangat menarik dan menjadi suatu kemajuan dalam kampanye anti tembakau, baik terhadap iklan maupun juga label di sebuah bungkus rokok, tercantum kalimat “Merokok Membunuhmu”. Kata-kata yang tercantum dalam label peringatan merokok di sebuah bungkus rokok tersebut setidaknya memberikan arti yang sangat tegas, bahwa merokok bak momok yang menakutkan dan akan membunuh siapa saja, baik yang menggunakannya secara aktif maupun bagi mereka yang dipaksa secara pasif.

 

Merokok membunuhmu tentu bukanlah suatu ungkapan omong kosong belaka. Hasil penelitian serta para pakar kesehatan menyatakan, merokok secara aktif maupun pasif akan sangat mengganggu kesehatan dan secara perlahan-lahan dapat membunuh jiwa raga seseorang. Dari segi dampak rokok, saat ini dampak rokok akan mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan kehamilan. Hal ini tidak mengherankan karena asap tembakau mengandung lebih dari 4000 bahan kimia toksik dan 43 bahan penyebab kanker.

 

Lebih beringasnya lagi, terhadap anak-anak yang terpapar asap tembakau berupa rokok akan mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkhitis dan infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga dan asma. Selain daripada itu juga, merokok dapat pula menyebabkan gangguan mental terhadap anak. Hal ini diperkuat dengan hasil sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis menunjukkan, berhenti merokok bisa berakibat baik kepada kesehatan mental selain juga kesehatan fisik (health.com)

 

Hidup Sehat Tanpa Asap Rokok

 

Menghirup asap rokok seakan telah menjadi budaya serta bagian dari kebutuhan dalam masyarakat kita. Padahal, hidup sehat tidak akan pernah diperoleh jikalau masih tetap menghirup asap rokok. Oleh karenanya, meskipun cukai tembakau sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam APBN kita, tetapi pemerintah setidaknya harus lebih berpikir bijak dalam membatasi masyarakatnya terhadap ketergantungan rokok serta membuat daerah-daerah untuk dapat terbebas dari asap rokok.

 

Membuat daerah-daerah bebas dari asap rokok sebenarnya telah diwujudkan dalam ketentuan UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada Pasal 115 ayat 1, yang menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) antara lain, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat kerja dan tempat umum serta tempat lain yang ditetapkan. Lebih lanjut dalam ayat 2 dijelaskan pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya. Hanya saja, ketentuan hukum tersebut seakan tidak dipedulikan oleh pemerintah daerah untuk membuat daerahnya bebas dari asap rokok karena hingga kini masih banyak kawasan fasilitas publik yang belum menerapkan kawasan tanpa rokok.

 

Ironisnya, kawasan dunia pendidikan masih mendominasi sebagai kawasan yang tidak ramah lingkungan. Padahal, kawasan dunia pendidikan sebagai sebuah tempat pembaruan dan perubahan pola pikir seseorang untuk menjadi hidup yang lebih baik dan membawa masa depan bangsa dan negara ini. Akan tetapi, bagaimana mungkin seseorang dapat berpikir secara cerdas, intelektual dan brilian apabila kesehatannya justru terganggu akibat asap rokok.

 

Kini, memperingati Hari Anti Tembakau Sedunia, setidaknya menjadi momentum untuk menyadarkan kita akan bahaya merokok dan marilah kita menyerukan dengan suara lantang bahwa sesungguhnya merokok membunuhmu..!

 

 

Dikutip dari tulisan Andryan, SH yang merupakan alumnus FH.UMSU Mahasiswa Magister Hukum USU.

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s