Kenali Gejala Meningitis

Standar

Penyakit yang satu ini memang jarang terdengar dikarenakan kasus penyebarannya di Indonesia terhitung masih sedikit pertahunnya.

 

Tapi bagi pecinta infotaiment tanah air tentu sudah tidak asing lagi ketika mendengar penyakit meningitis tersebut. Mengapa ? Karena anda akan langsung teringat dengan salah satu komedian paling tersohor di negeri ini yang belakangan santer dikabarkan mengidap penyakit mematikan tersebut.  Tapi tahukah anda apa itu penyakit meningitis ? .

 

Penyakit Meningitis adalah peradangan pada membran atau selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi dan paling sering terjadi pada usia anak-anak, remaja, dan dewasa. Selain itu yang juga berisiko adalah orang tua/lanjut usia dan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jangka panjang, seperti sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meningitis merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam jiwa karena kedekatan peradangan pada otak dan saraf tunjang (spinal cord), sehingga kondisinya diklasifikasikan sebagai keadaan darurat medis.

 

Setiap penyakit tentu memiliki tanda dan gejala masing-masing, begitu juga dengan penyakit yang satu ini. Gejala penyakit meningitis yang paling umum adalah sakit kepala dan leher kaku  terutama ketika mencoba untuk menyentuhkan dagu ke dada yang kemudian berhubungan dengan demam, kebingungan atau kesadaran yang berubah, muntah, dan ketidakmampuan untuk mentoleransi cahaya (photophobia) atau suara keras (phonophobia).

 

Pada anak kecil kadang-kadang hanya gejala nonspesifik saja yang mungkin muncul seperti mudah marah, kantuk dan gejala mirip flu seperti batuk dan kesuliatan bernafas. Jika terjadi ruam-ruam pada tubuh hal itu mungkin menunjukkan penyebab tertentu meningitis misalnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus (meningococal bacteria) dapat disertai oleh ruam yang khas.

 

Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah, enggan menyusu dan adanya ruam yang bila disentuh akan menyebabkan bayi menangis. Pada orang dewasa yang lebih tua dan dengan masalah medis lainnya mungkin hanya mengalami sedikit sakit kepala dan demam.

 

Penyebab Penyakit Meningitis

 

Penyakit meningitis merupakan penyakit menular yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau mikroorganisme di mana kuman yang menyebabkan penyakit meningitis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui batuk dan bersin dan melalui kontak dekat. Kebanyakan kasus penyakit meningitis disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, jamur, dan parasit. Penyakit Meningitis juga bisa muncul akibat dari berbagai penyebab non-infeksius, seperti karena obat-obatan atau bisa juga karena penyebaran kanker ke meninges (malignant meningitis).

 

Virus yang dapat menyebabkan meningitis termasuk enterovirus, herpes simplex virus tipe 2 (dan kurang umum tipe 1), varicella zoster virus (dikenal sebagai penyebab cacar air dan ruam saraf), virus gondok, HIV, dan LCMV.

 

Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis di antaranya :

1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)

 

Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

 

2. Neisseria meningitidis (meningococcus)

 

Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae di mana Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

 

3. Haemophilus influenzae (haemophilus)

 

Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

 

4. Listeria monocytogenes (listeria)

 

Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis dimana Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

 

5. Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis

 

Pengobatan dan Pencegahan

 

Pengobatan penyakit meningitis tergantung pada penyebabnya sehingga segera temui dokter Anda jika Anda atau keluarga Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, karena penyakit meningitis bakteri dapat mematikan jika tidak diobati segera. Adapun pemeriksaan yang akan dijalani biasanya seperti Pemeriksaan fisik, pemeriksaan labratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

 

Penyakit Meningitis bakteri diobati dengan antibiotik secara infus di rumah sakit sebagai langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurangi atau menghindari resiko komplikasi. Anda juga bisa mendapatkan deksametason. Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya. Anda akan diperiksa secara cermat untuk mencegah masalah serius seperti gangguan pendengaran, kejang, atau kerusakan otak.

 

Bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati dan menghindari kontak dengan penderita meningitis seperti batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.

 

Selain itu Pemberian imunisasi vaksin (vaccine) meningitis merupakan tindakan tepat terutama di daerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis. Vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis di antaranya adalah:

– Haemophilus influenzae type b (Hib)

– Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)

– Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)

– Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

 

Waspada dan lebih berhati-hati merupakan salah satu kunci yang paling utama dan efektif dalam menjaga kesehatan. Maka dari itu hendaklah kita makin meningkatkan proteksi diri tehadap lingkungan di sekitar kita.

 

 

Dikutip dari tulisan Zulia Isnaini Nasution yang merupakan Mahasiswi Jurusan Analis kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s