Berjalan Tanpa Alas Kaki

Standar

Berjalan tanpa alas kaki apakah betul baik untuk kesehatan? Mengapa seseorang yang olahraga pagi dianjurkan untuk tidak menggunakan alas kaki? Dan apakah benar nenek moyang kita jauh lebih sehat karena mereka lebih sering berjalan tanpa alas kaki? Berikut Penjelasannya.

 

Kaki merupakan salah satu bagian penting dari tubuh manusia yang digunakan untuk melakukan aktivitas. Kaki juga merupakan tumpuan seseorang untuk dapat berdiri tegak dengan penopangnya yaitu rangka. Bagian tubuh ini sangat sensitif dan bisa berpengaruh pada organ vital yang ada didalam tubuh. Secara medis sudah dibuktikan bahwa kaki adalah titik-titik organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati, dll yang teraktifasi melalui tekanan yang diberikan dalam melakukan aktivitas. Tak heran jika penyembuhan dari sebagian penyakit adalah dengan melakukan terapi berjalan.

 

Pada masa kerajaan dan dinasti pada abad sesudah Masehi, sebagian besar penghuni istana dan penduduk tidak menggunakan alas kaki dalam akivitas mereka. Para prajurit dan raja hanya memakai alas kaki yang hanya melindungi telapak kaki dari kotoran dan terbuat dari karet atau pelepah pohon. Kesegaran jasmani dan rohani pun dirasakan sehingga umur mereka bisa mencapai ratusan tahun.

 

Tanpa Alas Kaki

 

Para peneliti dari German telah melakukan penelitian  khasiat dari berjalan tanpa alas kaki. Mereka melakukannya di atas rumput atau tanah atau bebatuan dengan khasiat memperlancar sirkulasi darah, menguatkan otot-otot betis, menjaga bentuk alami kaki, menenangkan sistem saraf, kelainan (cacat) pada kaki dan lain-lain. Mereka sudah menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu dan melakukannya ketika sedang di rumah dan rekreasi.

 

Namun, berjalan dengan sepatu terutama berlari bisa menyebabkan tekanan pada sisi-sisi kaki yang bisa menghambat peredarah darah. Jika peredaran darah sudah terhambat, maka organ lain tidak bisa bekerja dengan maksimal karena supplai darah yang kurang. Terutama untuk alas kaki tumit tinggi (High heels) dan sejenisnya yang bentuk alas kakinya mengangkat tumit. Survei menunjukkan bahwa orang yang menggunakan alas kaki yang seperti itu, cenderung cepat lelah dan mengalami ketegangan otot bisep dan trisep yang ada di kaki. Tulang-tulang dikaki seperti Femur (tulang betis), Tarsalis (tulang telapak kaki) serta Metatarsal dan Falangus (tulang jari-jari) bisa terhambat pertumbuhannya terutama untuk remaja yang berusia 12-19 tahun.

 

Menurut penelitian di tahun 2000 bahwa anak-anak yang sering memakai sepatu baik ketika berada di rumah, mengakibatkan mereka memiliki Bowleg (kaki O) dan mengalami penyakit kaki yang tiga kali lipat seperti kram, kesemutan, pegal-pegal, lutut berbunyi, tidak tahan berlari dan pergeseran sendi/ tulang kaki. Sebaliknya, berjalan tanpa alas kaki dapat membantu anak-anak untuk mengobati penyakit kaki datar (Flat Feet), mengobati Arthritis (radang sendi) dan menghindari dini serangan penyakit genetik (keturunan) maupun penyakit degeneratif (menganggu sistem tubuh).

 

Tak hanya untuk anak-anak, orang dewasa dan lanjut usia juga disarankan berjalan tanpa alas kaki dan memakai alas kaki yang nyaman dan sehat. Alas kaki juga tidak boleh terus-menerus membungkus kaki karena tidak masuknya oksigen ke pori-pori kulit di kaki dan bisa menyebabkan munculnya jamur jika kondisi hiegine persorangannya buruk.

 

Orang dewasa dianjurkan untuk menjaga ketahan tulang agar osteoporosis dan proses penuaan tidak cepat terjadi. Selain mengkonsumsi makanan yang berkalsium, olahraga yang teratur juga diperlukan dalam menstabilkan energi yang dikeluarkan. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga berjalan tanpa alas kaki terutama untuk ibu hamil dan lansia. Pada masa seperti itu, seseorang membutuhkan tenaga ekstra dari biasanya agar mempelancar proses persalinan utuk ibu hamil dan merangsang organ-organ vital tetap bekerja untuk lanjut usia.

 

Ketika kaki menyentuh tanah tanpa adanya pembatas, maka detoksifikasi pun terjadi. Hal ini dikarenakan bumi atau tanah alami memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam mendetoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, menyeimbangkan siklus hormon dan irama fisiologis serta memberikan rasa tenang dan nyaman apalagi ketika seseorang berada di taman atau pantai. Mereka akan merasakan ketentraman pikiran dan meningkatkan kinerja otak yang mungkin selama ini begitu lelah atau dipaksa bekerja. Sinar matahari yang menembus lapisan kulit dan pancaran sinarnya saat pagi hari juga ikut bekerja sama dalam memberikan nutrisi untuk organ di dalam tubuh.

 

Mereka yang menderita penyakit rematik sangat dianjurkan untuk berjalan di atas bebatuan tanpa alas kaki. Penyakit rematik adalah penyakit persendian yang sering kram/ kesemutan dan biasanya menyerang masyarakat lanjut usia sehingga mengakibatkan kaki susah untuk berjalan atau digerakkan. Obat ini juga bisa dilakukan oleh mereka yang sedang depresi dan stress berat.

 

Oleh sebab itu, Para dokter ahli menganjurkan masyarakat untuk olahraga pagi hari khususnya olahraga ringan seperti berjalan dan berlari untuk semua usia dan jenis kelamin. Selain untuk pengobatan juga untuk pencegahan timbulnya atau makin parahnya suatu penyakit.

 

Iklan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s