Pancasila Yang Terlupakan

Standar

Berbicara tentang Pancasila, kita semua masyarakat pasti mengenal nama itu. Nama yang digunakan untuk pemersatu suku, agama, ras, dan antar golongan yang ada di NKRI kita ini, dan kata Pancasila mulai dibentuk pada 1 Juni 1945 dimana para tokoh pahlawan kita bersusah payah untuk mencari kata-kata yang sesuai dikehidupan masyarakat kita.

 

Pancasila yang merupakan ideologi negara kita Indonesia ini sudah dibentuk dan kita sudah memperingati hari lahirnya Pancasila yang memasuki tahun ke 69. Tetapi implementasi dan pengaplikasian daripada Pancasila itu sendiri kurang didalam masyarakat kita.  Mungkinkah tanpa adanya Pancasila negara kita ini dapat berdiri dengan sendirinya?

 

Setiap negara memiliki ideologinya sendiri yang dibuat dengan maksud itulah bentuk dari identitas negara tersebut, misalkan saja negara Tiongkok dan Rusia dengan ideologi komunisnya, Amerika dengan ideologi liberalnya, kemudian dengan Malaysia dengan ideologi sosialis liberalisme dan berbagai negara lainnya.

 

Kita merupakan negara yang memiliki beribu macam suku, agama, ras, dan golongan beribu macam bentuk bahasa daerah, adat istiadatnya, beribu pulau dan lautnya, kekayaan hasil laut, dan daratnya. Untuk itulah para pendiri bangsa kita membuat Pancasila dengan tujuan agar semua perbedaan yang ada di negara kita ini dapat bersatu menjadi sebuah negara yang maju dan makmur.

 

Setidaknya itulah yang menjadi dasar bagi masyarakat agar Pancasila itudapat dilakukan dan diamalkan didalam diri masyarakat itu sendiri, dengan begitu masyarakat dapat memberikan yang terbaik kepada bangsa dan Negara.

 

Peran Pemerintah

 

Ketika Pancasila di zaman sekarang sudah mulai pudar, disinilah letak peran  pemerintah untuk mendekatkan masyarakat kepada Pancasila dan menyakinkan masyarakat bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa dan Negara Indonesia, dan bukan hanya dengan ucapan belaka tetapi pemerintahpun harus mengaplikasikan nilai Pancasila itu didalam kehidupan pemerintahanan, hidup dengan jujur, tidak korupsi, tidak ada saling membeda-bedakan, diantara masyarakat dan didalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan.

 

Pelanggaran Sila Pancasila

 

Seperti telah kita ketahui bahwa Pancasila berisikan dari 5 sila dan masing-masing sila memiliki arti dan makna didalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tetapi makna ini sering sekali dilanggar kita akan menggali apa-apa saja yang menjadi bukti bahwa sila Pancasila itu banyak dilanggar.

 

Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

 

Ini berarti bahwa  setiap masyarakat harus menghormati setiap perbedaan diantara umat beragama dan tidak akan mengusik agama lain serta setiap masyarakat berhak untuk memeluk agamanya masing-masing seperti didalam isi UUDNRI 1945 tetapi pada kenyataannya sekarang bagaimana agama mayoritas selalu menekan agama yang minoritas misalnya saja seperti di larangnya membangun gereja oleh FPI di Solo, padahal sudah ditegaskan bahwa setiap orang berhak untuk beragama, dan mendirikan rumah ibadah, untung saja Jokowi yang pada saat itu menjadi walikota Solo berani melawan FPI dan memberikan izin membangun gereja di Solo.

 

Peristiwa yang tidak menghargai agama adalah dengan adanya perang agama antara yang beragama Islam dengan yang beragama Kristen di Poso dan Maluku beberapa  tahun silam, ini sebenarnya memiliki artian bahwa masih kurangnya pemaknaan Pancasila yang ada didalam diri masyarakat yang ada di Indonesia yang kita cintai ini.

 

Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

 

Berbicara tentang sila kedua ini, banyak dari masyarakat ini tahu arti beradab, sebelum zaman reformasi ini ada, masyarakat masih memiliki rasa peradaban, masih memiliki rasa kasihan, rasa ingin membantu, rasa ingin menolong, dan rasa ingin memiliki bersama, tetapi sekarang di zaman reformasi yang diharapkan akan mengubah bentuk perilaku setiap warganegaranya yang telah hancur akibat peristiwa 1998.  Akan tetapi nyatanya, bukannya perilaku masyarakat yang berubah malahan semakin hancur akibat perkembangan zaman apalagi di zaman teknologi dan informasi yang lagi marak-maraknya sekarang.

 

Banyaknya bukti dari hancurnya perilaku  masyarakat sekarang di antaranya adalah pemerkosaan yang semakin marak, minuman berakohol, pemakaian narkoba, sodomi terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya dan ini sebenarnya pemerintah harus memiliki peran didalam membina kelakuan masyarakatnya yang makin lama makin tidak terkendali lagi.

 

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

 

Sila ini memiliki makna bahwa masyarakat memiliki rasa persatuan dan kesatuan, sepenanggungan, rasa gotong royong, cinta terhadap tanah air dan yang lainnya dan ini harus dibina oleh pemerintah melalui berbagai sosialisasi yang dilakukan setiap hari, agar rasa persatuan dan kesatuan terus terikat didalam masyarakat sampai selama-lamanya.

 

Sila Keempat : Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

 

Makna dari sila ini adalah setiap masyarakat harus memiliki rasa kebersamaan didalam bermusyawarah, di dalam mengambil suatu kebijakan atau pun keputusan yang dibuat dengan berasaskan kepada Pancasila pada sila ini khususnya. Tetapi di dunia kenyataannya banyak dari masyarakat yang tidak mau bermusyawarah dan seakan-akan itu hanya memakan waktu yang lama saja, bukan hanya itu saja menurut kehidupan nyatanya bahwa setiap rapat yang diadakan oleh para penyelenggaraan rapat berakhir dengan  perkelahian, caci maki, dan lebih parah lagi dari situ ini lah yang menjadi hal yang paling ditakutkan oleh seluruh bangsa dan negara kita Indonesia kita tercinta.

 

Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Arti dari pada keadilan adalah, dia itu sama tidak membeda-bedakan, sama rata mana yang diberi dan diterima dan tidak mengundang dikriminasi, sebelum adanya zaman reformasi rakyat selalu merasakan yang namanya keadilan didalam kehidupannya karena apa, pada zaman orde baru pemerintah Soeharto rakyat diberikan semua haknya dan memberikan kenyamanan kepada rakyatnya juga.

 

Inilah yang membuat rakyat merasakan keadilan itu ada dan aksi-aksi demonstrasi pada zaman itu jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi di dalam pemerintahan Soeharto, tetapi di zaman reformasi ini banyaknya aksi demonstrasi yang menggunakan aksi-aksi yang anarkis yang membuat pemerintah ini harus bekerja ekstra keras untuk meminimalisir semua itu.

 

Rakyat melakukan ini karena ada sebabnya karena banyak dari rakyat yang tidak merasakan keadilan didalam hidupnya, misalnya saja buruh, yang hidupnya tidak diperhatikan gaji tidak menentu, makan pun juga terancam padahal mereka bekerja siang dan malam hanya untuk menghidupi anak dan istrinya.

 

Contoh yang kedua adalah program pemerintah yang akan menggunakan sistem pendidikan 9 tahun untuk semua daerah yang ada di Indonesia, tetapi kenyataannya lebih dari 10 juta anak-anak Indonesia tidak bisa mengecap pendidikan dengan alasan tidak mempunyai uang untuk sekolah dan kebanyakan hidupnya hanya untuk membantu orang tua saja.

 

Untuk itulah pemerintah harus teliti dalam menggunakan program yang telah dibuatnya atau paling tidak meninjau kembali ke lapangan apakah, anak-anak Indonesia sudah mendapatkan haknya untuk menikmati pendidikan.

 

Untuk itulah sebenarnya jika Pancasila itu dilakukan serta mengamalkan makna dari setiap silanya, kita bisa menjadi negara yang bersatu dari semua golongan dan semua suku, agama, ras dan antar golongan.

 

 

Dikutip dari tulisan Firman Pahala Siringoringo

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s