Apakah Anda Termasuk Penderita Rinitis Alergi?

Standar

Seringkah Anda bersin – bersin di pagi hari dan disertai pilek? Tahukah, bahwa ada pilek yang aneh, di mana menjelang siang hari, pilek tersebut akan menghilang secara perlahan, namun membuat jengkel karena akan berulang kali terjadi? Sebagian orang menganggap bahwa pilek, hidung tersumbat disertai gatal dan bersin adalah penyakit flu yang sudah biasa terjadi. Penyakit ini memang sangat sering terjadi di masyarakat. Namun jika sudah terlalu sering dan mengganggu kualitas hidup dan aktifitas sehari – hari, maka ada baiknya untuk mencari tahu apa penyebab dari bersin – bersin tesebut. Karena bisa saja Anda terkena kemungkinan lain yang bisa terjadi pada diri Anda, yakni rinitis alergi.

 

Menurut WHO ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) tahun 2001 rinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala bersin – bersin, keluar ingus (rinore), rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE. Rinitis alergi ini ditandai dengan hidung yang berair (runny nose) yang disebabkan oleh suatu proses alergi.

 

Saat ini digunakan pula klasifikasi rinitis alergi berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi intermiten (sewaktu – waktu), dimana bila gejala kurang dari empat hari/minggu atau kurang dari empat minggu, dan persisten (menetap), bila gejala lebih dari empat hari/minggu dan atau lebih dari empat minggu. Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal – hal lain yang mengganggu dan sedang-berat, bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut di atas.

 

Gejala dan tanda penderita rinitis alergi diantaranya adalah gatal pada mata, mata kemerahan, bengkak dan berwarna biru kegelapan pada kulit di bawah mata yang disebut dengan istilah allergic shiners. Gejala dan tanda pada telinga dan tenggorokan dapat berupa nyeri tenggorokan, suara serak, gatal pada tenggorokan atau telinga dan bengkak pada telinga. Pada rinitis alergi, terdapat pula istilah allergic salute yaitu perilaku anak yang suka menggosok – gosok hidungnya akibat rasa gatal dan allergic crease yaitu tanda garis melintang di dorsum nasi pada sepertiga bagian bawah akibat kebiasaan menggosok hidung. Bersin berulang, keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak, hidung tersumbat, gatal, pengeluaran air mata yang berlebih, dan kelelahan/kehilangan konsentrasi/kehilangan energi dari kekurangan tidur juga dijumpai.

 

Terkadang rinitis alergi terjadi secara musiman, namun bisa juga secara perennial (sepanjang tahun). Keduanya hampir mempunyai gejala yang sama, perbedaannya hanya dari sifat berlangsungnya saja.

 

Gangguan reaksi alergi yang dialami oleh berjuta – juta orang di dunia ini pada umumnya disebabkan karena terjadinya kontak dengan suatu alergen atau beberapa zat seperti debu rumah, tungau (kondisi yang ideal untuk hidup tungau (suhu kamar   15-33oC, kelembaban 55-75%), beberapa serpihan kulit dari binatang, di antaranya kucing, anjing, kecoa, serbuk sari, iklim, perubahan suhu, udara lembab (pada cuaca dingin), hormonal, faktor emosi, ketegangan, dan emosi. Kemudian infeksi, polusi rokok, polusi kendaraan, faktor genetik, dan makanan tertentu juga menjadi faktor memicu terjadinya rinitis alergi.

 

Penderita mungkin juga menemukan adanya reaksi silang (cross reactivity) yang terjadi. Misalnya, seseorang yang alergi terhadap serbuk sari mungkin juga menemukan bahwa mereka memiliki reaksi alergi kulit apel atau kentang. Hal ini terjadi karena kemiripan pada protein serbuk sari dan makanan. Ada banyak zat yang dapat menimbulkan cross-reacting.

 

Dokter biasanya akan mendiagnosis rinitis alergi berdasarkan anamnesis gejala – gejala klinisnya dan pemeriksaan fisik THT berupa pemeriksaan rinoskopi anterior. Pemeriksaan penunjangnya ialah pemeriksaan IgE total (prist-paper radio immunosorbent test), yang seringkali menunjukkan nilai normal, kecuali bila tanda alergi pada pasien lebih dari satu macam penyakit, misalnya selain rinitis alergi juga menderita asma bronkial atau urtikaria. Pemeriksaan ini berguna untuk prediksi kemungkinan alergi pada bayi atau anak kecil dari suatu keluarga dengan derajat alergi yang tinggi.

 

Yang lebih bermakna adalah pemeriksaan IgE spesifik dengan RAST (Radio Immuno Sorbent Test) atau ELISA (Enzym Linked Immuno Sorbent Assay). Untuk mencari alergen penyebab, adaskin end-point tetration/SET (uji intrakutan atau intradermal yang tunggal atau berseri), prick test (paling sering dilakukan), scratch test (uji gores), challenge test (diet eliminasi dan provokasi) khusus untuk alergi makanan (ingestan alergen).

 

Rinitis alergi tak bisa disembuhkan secara total, sehingga tujuan pengobatan adalah untuk menguragi gejala dan mencegah komplikasi. Untuk mencegah datangnya rinitis alergi, berikut hal-hal yang dapat dilakukan:

1. Hindari kontak dengan alergen penyebab (avoidance) dan eliminasi. Keduanya merupakan terapi paling ideal. Hindari makanan dan obat-obatan yang dapat menimbulkan alergi. Namun, sangat sulit dilakukan pada kenyataannya.

2. Pemeliharaan kebugaran jasmani, menurut penelitian olahraga terbukti meningkatkan limfosit T helper 1 yang berguna pada penghambatan reaksi alergi yang akan mengurangi gejala alergi.

3. Jangan biarkan hewan berbulu masuk ke dalam rumah, jika Anda alergi terhadap bulu hewan.

4. Bersihkan debu yang menempel di perabot rumah dengan alat penyedot dan lap basah minimal 2-3 kali dalam satu minggu.

5. Gunakan pembersih udara atau pembersih udara elektris untuk membuang debu rumah, jamur, dan polen dari udara. Cuci dan gantilah filter secara berkala.

6. Jangan menggunakan bahan atau perabot yang dapat menampung debu di dalam kamar. Jika Anda mengidap rinitis alergi, sebaiknya singkirkan boneka, bunga, dan benda-benda lain yang berpotensi menampung debu, terutama di kamar tidur.

7. Untuk menghindari kontak dengan alergen, gunakan sarung tangan dan masker ketika sedang bersih-bersih dalam maupun di luar rumah

8. Hindari rokok dan penggunakan produk yang beraroma di rumah.

 

Obat-obatan yang digunakan pada rinitis alergi tingkat sedang hingga berat adalah antihistamin, kortikosteroid dan sodium kromoglikolat. Kadang-kadang bahkan perlu dilakukan pembedahan untuk membuang polip atau pengobatan terhadap infeksi sinus.  Pengobatan lainnya adalah imunoterapi, yaitu memberi alergen dalam jumlah kecil secara bertahap dengan harapan tubuh akan menjadi kurang sensitive sehingga reaksi yang terjadi berkurang.

 

Pengobatan ini ditujukan bila penderita tidak responsive dengan obat – obatan atau mengalami komplikasi misalnya radang sinus dan telinga yang sering kambuh, atau penderita menolak penggunaan obat – obatan dalam jangka waktu lama.

 

 

Dikutip dari tulisan Wiedya Kristianti Angeline

Iklan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s