Pola Komunikasi di Era Gadget

Standar

Sekelompok mahasiswa terlihat sedang berkumpul di sebuah meja bundar yang menjadi fasilitas dari sebuah kampus. Semua sedang asik berkomunikasi. Namun, bukan komunikasi konvensional melainkan menggunakan alat komunikasinya, yakni gadget mereka masing-masing. Inilah pemandangan yang menjadi lazim terlihat di kalangan anak muda terkhusus kaum mahasiswa.

 

Dewasa ini, jarang sekali ditemukan seorang mahasiswa yang tidak memiliki gadget. Alat komunikasi canggih yang dimaksud tidak melulu berupa smartphone, tetapi bisa dengan wujud yang lebih besar seperti tablet, laptop, dan sebagainya. Intinya, gadget dengan segala aplikasi yang ditawarkan harus bisa memudahkan pengguna untuk membawanya.

 

Tuntutan untuk mudah dibawa ke mana saja dan kapan saja, membuat para produsen gadget semakin gencar dalam membuat inovasi baru yang semakin padat isi, tetapi tetap ringan. Inilah yang kemudian membuat gadget seakan melekat pada hidup manusia, khususnya kaum muda. Sebagian orang bahkan lebih memilih ketinggalan dompetnya daripada harus pergi tanpa ditemani gadget kesayangannya.

 

Kemajuan teknologi saat ini memang bisa dilihat dari berbagai sisi, ada banyak kelebihan dan tentu banyak juga kekurangannya. Melalui alat komunikasi yang semakin canggih orang jadi tidak lagi dibatasi jarak dan waktu untuk bisa menjalin komunikasi. Artinya, tidak perlu lagi orang yang tinggal dengan bentang jarak yang jauh harus bersusah-susah menggunakan media surat yang mengharuskan kita menunggu beberapa hari untuk bisa mengirim pesan dan kemudian mendapatkan respons balik. Dengan kehadiran gadget di zaman ini bukan hanya komunikasi lewat teks yang bisa dilakukan, tetapi juga memungkinkan kita untuk bertukar pesan dalam bentuk suara maupun gambar.

 

Beragam kelebihan dari gadget dalam hal mengirim pesan tersebut juga diiringi dengan kekurangannya. Seperti cerita di awal tadi, bagaimana sekarang orang-orang berkumpul, tetapi tidak lagi dalam satu forum komunikasi melainkan sibuk dengan alat komunikasinya masing-masing. Orang tidak lagi mengandalkan komunikasi tatap muka yang merupakan suatu bentuk komunikasi yang mempertemukan secara face to face pihak komunikator (orang yang mengirim pesan) dan komunikan (orang yang menerima pesan). Tergerusnya budaya komunikasi tatap muka di kalangan anak muda sebenarnya patut menjadi renungan bagi kita. Karena sebenarnya hanya melalui komunikasi tatap mukalah kita mendapatkan efek yang paling efektif, meski bukan yang paling efisien dalam hal mendapat isi informasi secara mendalam dan akurat.

 

Melalui komunikasi tatap muka, komunikator bisa langsung menerima umpan balik dari komunikan. Ditambah lagi komunikan memberikan umpan balik yang seringkali disertai pesan nonverbal melalui gesture tubuhnya yang bisa mendukung isi dan makna pesan. Dengan begitu salah tafsir dalam komunikasi tersebut bisa dipangkas. Selain itu noise (gangguan) sangat minim keberadaannya dalam komunikasi tatap muka.

 

Perubahan pola perilaku dan budaya berkomunikasi yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi memang sesuai dengan teori determinisme teknologi. Teori yang dicetuskan oleh Marshall McLuhan di tahun 1962 tersebut mengatakan bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri dewasa ini teknologilah yang mengatur hidup manusia padahal manusia sendiri yang menciptakan kemajuan teknologi tersebut. Dalam hal ini contoh nyatanya adalah pada generasi muda yang tidak bisa lepas dari keberadaan gadget.

 

Gadget dan Internet

 

Sebenarnya apa yang membuat gadget begitu digemari kaum muda khususnya mahasiswa zaman sekarang? Yang menjadikan gadget sebagai harta karun terpendam yang akhirnya ditemukan adalah penawaran layanan akses internet. Tanpa internet, gadget bisa dikatakan barang yang kehilangan ‘keistimewaannya’ karena fungsinya jadi sama dengan telepon genggam biasa, yang hanya menawarkan fasilitas pesan teks dan tambahan aplikasi permainan sederhana.

 

Bisa dikatakan penggunaan sebuah gadget di kalangan mahasiswa pada umumnya kurang lebih 35 persen digunakan untuk chatting lewat aplikasi Line, Whatsapp, dan lain sebagainya. Kemudian sekitar 30 persen untuk membuka layanan media sosial, seperti Twitter, Path, Instagram, dan banyak lagi jenis media sosial lainnya. Kurang lebih 25 persen dihabiskan untuk membuka browser dengan beragam hal yang dicari mulai dari yang paling sederhana yakni laman Google. Dan hanya sekitar 10 persen dihabiskan untuk bermain games. Permainan yang dimaksud bisa berupa permainan yang sudah diunduh sebelumnya ataupun permainan yang harus dimainkan secara online.

 

Kaum muda paling banyak menghabiskan waktunya bersama gadget untuk menggunakan aplikasi chatting karena berbagai alasan. Faktor penyebab utamanya mungkin karena biaya untuk mengirim pesan secara gratis. Dengan tersambung secara online, maka pengguna gadget bisa sepuasnya mengirim teks, gambar, maupun suara ke semua teman-teman pengguna gadget lainnya secara gratis.

 

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tidak bisa dihindari maka kita sebagai manusia yang memiliki akal inilah yang perlu mengendalikannya dan menggunakan teknologi mutakhir seperti gadget secara bijaksana. Kemudahan pengolahan informasi melalui teknologi harus memberikan faedah kepada individu maupun masyarakat luas. Jangan sampai upaya manusia untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih malah menghalangi budaya baik di tengah masyarakat, yang ujungnya hanya merugikan bagi kita semua. Semoga keberadaan komunikasi tatap muka yang bisa lebih mengakrabkan antar personal tidak semakin terkikis di zaman gadget ini.

 

 

Dikutip dari tulisan Stefani Imanensia Ginting yang merupakan pengamat Komunikasi, Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

 

Iklan

About springocean83

I'm a quiet shy man who have soft feeling but can be hot and have more attention if meet anyone who honest and have more understanding of each other. I like travelling, swimming and reading. The most bored thing for me is PARTY because I'm a personal who like peaceful and equanimity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s